Kasi Rehabilitasi Penyandang Disabilitas dan Lanjut Usia Dinsos Provinsi Kalsel, Rudiyani, (baju putih) Rabu, (19/3/26) saat sosperda DPRD Kalsel oleh Wakil Ketua Komisi III H.M Rosehan, NB, sore.

Kabar Gembira Warga Banua yang Perlu Kaki Palsu dan Kursi Roda Gratis Silakan Lapor ke Dinas Sosial

Banjarmasin, mediaprospek.com – Bagi warga Kalimantan Selatan yang memiliki keterbatasan fisik atau sedang merawat orang tua lansia yang sulit berjalan, ada angin segar dari pemerintah provinsi.

“Siapa saja warga kita yang sangat memerlukan kaki palsu atau kursi roda, silakan secepatnya mendaftar ke Dinas Sosial di kabupaten atau kota masing-masing,” ujar Kepala Dinas Sosial provinsi Kalsel Muhammad Farhanie,. melalui Kasi Rehabilitasi Penyandang Disabilitas dan Lanjut Usia Dinsos Provinsi Kalsel, Rudiyani, Rabu, (19/3/26) saat sosperda DPRD Kalsel oleh Wakil Ketua Komisi III H.M Rosehan, NB, sore.

Kabar ini menjadi oase di tengah kesulitan ekonomi yang menghimpit rakyat bawah.

Pemerintah melalui Dinas Sosial Provinsi Kalsel tahun ini menyediakan bantuan berupa 10 buah kaki palsu dan 10 buah kursi roda yang dibiayai dari uang rakyat melalui APBD, ditambah dukungan bantuan dari pihak ketiga seperti Bank Kalsel.

Prosedurnya pun dibuat sederhana,  warga melapor ke daerah, lalu pihak kabupaten/kota akan mengusulkan nama-nama tersebut ke tingkat provinsi untuk diseleksi lebih lanjut.

Karena jumlah bantuannya terbatas, tim dari provinsi akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei.

“Kami ingin bantuan ini benar-benar jatuh ke tangan orang yang paling membutuhkan, makanya nanti ada tim yang memverifikasi dan melihat langsung kondisi calon penerima di rumahnya,” tambahnya lagi.

Tidak ada syarat yang berbelit-belit atau bahasa birokrasi yang membingungkan, yang penting warga tersebut memang benar-benar dalam kondisi cacat fisik atau lansia yang tak mampu lagi berjalan.

Khusus untuk bantuan kaki palsu, warga tidak perlu khawatir soal ukurannya.

Jika nanti sudah terpilih sebagai penerima, pihak penyedia akan mendatangi langsung rumah warga yang bersangkutan untuk melakukan pengukuran secara mendetail.

Hal ini dilakukan karena kaki palsu tidak bisa dibeli jadi di pasar, melainkan harus dibuat khusus (custom) agar pas dan nyaman saat digunakan untuk beraktivitas sehari-hari.

Pihak Dinas Sosial juga sudah mulai berkoordinasi dengan berbagai organisasi penyandang disabilitas, seperti perkumpulan tuli, bisu, hingga tuna netra, agar informasi ini tersebar merata.

Mengingat anggaran daerah yang terbatas, tahun ini targetnya memang baru menyasar 10 orang untuk kaki palsu dan 10 orang untuk kursi roda.

Namun, pemerintah berjanji akan terus bahu-membahu mencari solusi agar di tahun-tahun mendatang jumlah bantuan ini bisa ditingkatkan lagi.

Bagi masyarakat yang tahun lalu sudah pernah mendaftar namun belum kebagian, jangan berkecil hati karena data tersebut masih disimpan dan akan diprioritaskan kembali tahun ini.

Pemerintah berharap lewat bantuan kecil ini, saudara-saudara kita penyandang disabilitas dan para lansia bisa kembali mandiri, bisa beraktivitas, dan merasa dihargai sebagai bagian dari warga Banua yang berhak hidup layak.

Diharapkan pihak Dinas Sosial kabupaten dan kota segera bergerak cepat mensosialisasikan program ini hingga ke desa-desa terpencil.

Jangan sampai ada warga yang sangat memerlukan justru tidak tahu informasi ini.

Dengan semangat gotong-royong antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan tidak ada lagi warga disabilitas di Kalimantan Selatan yang merasa ditinggalkan atau tidak diperhatikan oleh para wakil rakyat dan pemerintahnya. (Ais/Iag).

Loading

Check Also

Sinergi Baru Demi Kesejahteraan Banua

Banjarmasin, mediaprospek.com – Harapan besar kini tertumpu pada lengkapnya barisan wakil rakyat di Rumah Banjar …