TANAH BUMBU, mediaprospek.com – Urusan ekonomi seringkali terdengar rumit dengan istilah-istilah perbankan yang bikin pusing.
Memahami hal ini, Bank Indonesia (BI) Kalimantan Selatan mengajak puluhan jurnalis “nyepi” sejenak ke Pantai Angsana dalam kegiatan Capacity Building, 9-12 Februari 2026.
Tujuannya satu yakni agar kabar dari Bank Indonesia tidak lagi terdengar seperti “bahasa langit”, melainkan info yang renyah dan bermanfaat bagi masyarakat kecil di Banua.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel, Aloysius Donanto H. W, menjelaskan, peran wartawan sangat penting sebagai penyambung lidah.
Menurutnya, berita ekonomi bukan cuma soal angka, tapi soal menjaga ketenangan warga.
“Kami ingin kebijakan BI yang bahasanya berat itu bisa sampai ke telinga masyarakat dengan kemasan ringan tapi isinya tetap daging (substantif),” ujar Aloysius, Selasa (10/2).
Ia juga membagikan resep sederhana bagi jurnalis sebelum menulis berita ekonomi untuk warga, yaitu prinsip Tiga Benar, Benarkah isunya?,(Akurasi data), Baikkah dampaknya? (Etika penyampaian),
dan perlukah disampaikan? (Manfaat bagi publik).
Ekonomi Bukan Cuma Angka, Tapi Soal Pedut
Salah satu bahasan menarik dalam pertemuan ini adalah soal gaya hidup dan inflasi.
Contoh nyata yang diangkat adalah fenomena harga emas.
“Emas memang bagus disimpan, tapi kalau semua uang dibelikan emas, nanti makannya apa? Apalagi kalau harga naik tapi pendapatan kita tidak ikut naik,” jelas Aloysius memberi ilustrasi sederhana tentang bagaimana ekonomi menyentuh meja makan warga.
Mengubah Statistik Jadi Cerita
Agar ilmu ini langsung meresap, BI menghadirkan narasumber ahli seperti Aris Prasetyo (Wakil Kepala Desk Ekonomi Kompas) didampingi Tisna Faisal Ayathollah (Kepala Kehumasan BI Kalsel).
Para jurnalis diajak membedah cara mengubah data statistik yang kaku menjadi narasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Kalimantan Selatan—seperti soal harga pangan, UMKM, hingga tips mengatur keuangan keluarga.
Tak hanya duduk di dalam ruangan, para awak media juga diajak memperkuat kekompakan lewat kegiatan outbound di pesisir Pantai Angsana pada hari ketiga.
Harapannya, setelah pulang dari sini, jurnalis Kalsel makin lihai mengemas isu ekonomi yang rumit menjadi berita yang enak dibaca sambil ngopi di warung.
Dengan literasi ekonomi yang baik, warga Kalsel diharapkan tidak mudah termakan hoaks dan lebih bijak dalam mengatur keuangan di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis. (Mzr).
![]()
MediaProspek.com