Kepala BI Kalsel, Fadjar Majardi, menekankan target pertumbuhan ekonomi Kalsel sebesar 8,1% melalui Hilirisasi industri (Batubara ke DME), Penguatan ekonomi kerakyatan dan pangan (Cetak Sawah), Pengembangan KEK Setangga dan KI SIIP, Digitalisasi dan Peningkatan kualitas SDM. Optimisme dan sinergi adalah kunci agar Banua tetap tangguh dan mandiri di tengah ketidakpastian global, di Banjarmasin, Jum’at. (29/1). (Foto/doc/humasbikalsel)

BI Luncurkan LPI 2025, Dorong Kemandirian Ekonomi dan Hilirisasi Batubara di Kalimantan Selatan

Banjarmasin, mediaprospek.com – Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 dengan mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”. Laporan yang diluncurkan pada Rabu (28/1) ini menjadi kompas strategis bagi arah kebijakan ekonomi nasional tahun 2026.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menekankan tiga pilar utama dalam menghadapi tantangan global: Optimisme, Komitmen, dan Sinergi. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 berada di kisaran 4,7-5,5% dan diperkirakan akan terus menanjak hingga 5,1-5,9% pada tahun 2027 dengan inflasi yang tetap terjaga stabil di angka 2,5±1%.

Menindaklanjuti arahan pusat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, menegaskan bahwa Kalsel memiliki peluang emas melalui transformasi struktural. Saat ini, ekonomi Banua masih didominasi sektor pertambangan (29,47%) dan pertanian (11,55%).

“Keunggulan komparatif SDA kita harus diubah menjadi keunggulan kompetitif melalui hilirisasi. Dengan cadangan batubara di Kalimantan yang mencapai 62,73% dari total nasional dan umur cadangan hingga 90 tahun, potensi hilirisasi jangka panjang sangat menjanjikan,” ujar Fadjar Majardi dalam keterangan resminya di Banjarmasin (29/1).

Salah satu terobosan besar yang dinantikan adalah rencana groundbreaking proyek hilirisasi batubara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Kalimantan Selatan pada awal tahun 2026. Proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak baru yang memperkuat struktur industri pengolahan yang saat ini baru berkontribusi sebesar 10,9%.

Untuk mencapai target pertumbuhan ambisius sebesar 8,1%, BI Kalsel mendorong pergeseran orientasi investasi. Fokus utama adalah menurunkan nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) melalui peningkatan kualitas investasi dan Total Factor Productivity (TFP).

“Reformasi struktural, peningkatan kualitas SDM, serta pengembangan kawasan strategis seperti KEK Setangga dan KI SIIP menjadi prasyarat mutlak agar investasi lebih efisien dan produktif,” tambah Fadjar.

LPI 2025 hadir sebagai bentuk transparansi BI kepada publik dan dapat diunduh melalui laman resmi Bank Indonesia sebagai referensi kredibel bagi para pelaku usaha dan pengambil kebijakan. Dapatkan laporan lengkapnya di: bi.go.id (Ais/Mzr).

Loading

Check Also

Daerah Jangan Jalan Sendiri Urus Dana CSR

Banjarmasin, mediaprospek.com – Para wakil rakyat di “Rumah Banjar” bersama pemerintah daerah duduk bersama pada …