Banjarmasin, mediaprospek.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Selatan berkumpul di Gedung Mahligai Pancasila untuk memastikan stok makanan cukup dan harganya tidak melonjak tajam mendekati hari raya Idulfitri. Pertemuan penting ini dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, bersama pihak Bank Indonesia dan para pejabat terkait lainnya, Senin, (16/3/26).
“Kita harus kompak mengawasi harga barang di pasar dan siap melakukan tindakan cepat kalau ada harga yang naik tidak wajar supaya warga tidak susah,” kata H. Muhidin saat menjelaskan alasan mengapa pertemuan besar ini harus dilakukan demi melindungi dompet rakyat.
Hasil dari rembuk bareng ini membawa kabar baik bagi warga banua. Pemerintah sepakat untuk memperbanyak stok bahan pangan yang sering naik harganya, seperti cabai dan daging ayam. Selain itu, pasar murah atau operasi pasar akan digencarkan di berbagai titik agar masyarakat bisa belanja kebutuhan lebaran dengan harga yang lebih miring dan terjangkau.
Langkah ini diambil karena pada Februari tadi, harga-harga di Kalsel sempat merangkak naik, terutama untuk barang seperti emas perhiasan, beras, dan cabai rawit. Daerah seperti Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut, dan Kotabaru menjadi perhatian khusus karena kenaikan harganya cukup terasa dibanding daerah lain.
Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh semangat gotong royong. Semua pihak berjanji untuk bahu-membahu menjaga kelancaran distribusi barang dari daerah penghasil ke pasar-pasar. Dengan kerja sama yang erat ini, diharapkan pasokan beras dan keperluan dapur lainnya tetap aman sampai hari kemenangan tiba.
Dampaknya, masyarakat tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan bahan pokok atau terjepit harga yang selangit saat menyiapkan hidangan lebaran nanti. Pemerintah daerah terus memantau data dari lapangan agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar pas dengan kondisi di pasar. (Mzr/bi).
![]()
MediaProspek.com