Banjarmasin, mediaprospek.com – Langkah pahit terpaksa diambil PT Bangun Banua demi menyelamatkan keuangan daerah yang terus terkuras hingga miliaran rupiah setiap tahunnya.
Hotel Batung Batulis yang dulu berjaya kini resmi dihentikan operasionalnya karena terus merugi atau boncos sekitar Rp2 miliar per tahun.
“Kami menghemat hingga Rp2 miliar per tahun dengan penghentian operasional hotel tersebut,” ungkap Direktur Utama PT Bangun Banua Kalsel Afrizaldi saat ditemui di “rumah banjar”, Selasa (5/5/26) Banjarmasin.
Keputusan ini sangat penting bagi nasib keuangan Banua agar modal usaha tidak habis percuma untuk menutupi beban biaya yang tidak seimbang.
Selama ini biaya operasional mencapai Rp800 juta dan gaji pegawai menyedot Rp1,2 miliar setahun, sementara pemasukan tidak mampu menutupinya.
Dampak nyatanya, sebanyak 33 karyawan terpaksa dirumahkan agar perusahaan tidak semakin tenggelam dalam utang yang bisa merugikan rakyat banyak sebagai pemilik modal BUMD.
Meskipun operasional hotel berhenti, aset yang ada tetap dicari solusi agar tetap menghasilkan uang bagi daerah melalui pemanfaatan lahan.
Lahan rumah makan dan papan reklame di kawasan tersebut ternyata masih menyumbang pemasukan sekitar Rp300 juta dalam setahun.
Untuk bangunan di Banjarmasin sendiri nantinya akan dialihfungsikan menjadi Kantor Operasional PT Bangun Banua Kalsel agar perusahaan tidak lagi menumpang di gedung milik pemerintah provinsi.
Sementara itu, aset di Banjarbaru masih didata ulang untuk melihat potensi ekonomi yang bisa dikerjasamakan dengan pihak luar.
Ia ingin setiap kontrak kerja sama ke depan harus berjalan transparan dan profesional tanpa ada aturan yang merugikan daerah.
Transformasi ini menjadi jalan keluar yang diambil manajemen agar aset-aset legendaris milik Banua kembali memberikan manfaat nyata bagi pendapatan asli daerah. (Iag/Ais/Mzr).
![]()
MediaProspek.com