Banjarmasin, mediaprospek.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meresmikan Kick-Off Festival ANTASARI 2026 di Banjarmasin pada Sabtu, 24 Januari 2026.
“Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat bertransaksi sekaligus mendorong efisiensi ekonomi melalui penguatan ekosistem pembayaran yang terintegrasi,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperluas akseptasi pembayaran digital serta memperkuat ekosistem ekonomi keuangan di wilayah Kalimantan Selatan.
Sinergi erat antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, dan penyedia jasa pembayaran menjadi kunci utama percepatan ekonomi digital yang inklusif bagi masyarakat Banua.
Keberhasilan kolaborasi tersebut tercermin dari pencapaian seluruh Pemerintah Daerah di Kalimantan Selatan yang kini sudah masuk dalam kategori Pemda Digital.
Data transaksi ritel menunjukkan pertumbuhan positif dengan volume transaksi QRIS menembus angka 59 juta transaksi hingga akhir tahun lalu.
Kepercayaan masyarakat terhadap pembayaran non-tunai terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pengguna yang mencapai 790 ribu orang.
Capaian solid ini memperkokoh posisi Kalimantan Selatan dalam peta digitalisasi nasional, termasuk prestasi Kabupaten Tanah Laut sebagai TP2DD terbaik wilayah Kalimantan.
Festival edisi keenam ini akan berlangsung sepanjang tahun hingga Desember 2026 dengan rangkaian kegiatan yang saling berkesinambungan.
Agenda utama mencakup kompetisi perbankan, Banua QRIStival, QRIS Jelajah Indonesia, hingga Pekan QRIS Nasional.
Seluruh rangkaian bertujuan memberikan edukasi serta promosi guna memastikan transformasi ekonomi daerah berjalan merata dan berdampak nyata.
Selain fokus pada ranah digital, Bank Indonesia tetap menjamin ketersediaan uang tunai layak edar bagi kebutuhan masyarakat.
Program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) siap dilaksanakan pada Februari mendatang guna menyambut hari besar keagamaan.
Upaya menyeluruh tersebut diharapkan mampu menjadikan ekonomi Kalimantan Selatan lebih berdaya tahan dan berdaya saing tinggi. (mzr/rilisbikalsel).
![]()
MediaProspek.com