Banjarmasin, mediaprospek.com – Suasana haru menyelimuti hari-hari terakhir Ramadhan saat bayang-bayang sejadah yang biasa menemani tarawih perlahan akan kita lipat.
“Momen paling menyayat hati adalah ketika kita teringat sosok yang paling ikhlas di dunia ini, yaitu orang tua kita, yang mungkin saat ini sudah tidak ada lagi di sisi kita untuk membangunkan sahur atau menyambut sungkem di hari raya,” ujar ustadz Ahmad Irwan saat sosperda DPRD Kalsel oleh Wakil Ketua Komisi III H.M Rosehan, NB dalam memberikan tausiyah penuh makna.
Kamis, (19/3/26), lantunan takbir, tahmid, dan tahlil mulai terdengar sayup-sayup dari surau dan masjid, menandakan kemenangan bagi mereka yang telah berjuang sebulan penuh.
Namun, di balik kegembiraan itu, ada luka rindu yang kembali menganga bagi mereka yang sudah kehilangan tempat bersandar.
“Ingatan kita dipaksa mundur ke belasan atau puluhan tahun silam, mengenang hangatnya suara ibu dan ayah yang kini hanya bisa kita temui dalam doa-doa di penghujung malam,” ujarnya.
Dalam ajaran agama, kerinduan ini dijawab dengan janji indah dalam Surah At-Thur ayat 21, yang menyebutkan bahwa keluarga yang beriman akan dikumpulkan kembali di surga.
Harapan inilah yang menjadi pengobat rindu bagi anak cucu yang ditinggalkan, agar kelak bisa bersatu kembali dalam kasih sayang Allah yang abadi.
Syaratnya hanya satu, kita harus tetap menjalankan segala nasihat baik dan ajaran mulia yang pernah mereka wariskan semasa hidup.
Mumpung Ramadhan belum benar-benar pergi, inilah saatnya kita melangitkan doa terbaik: Robbighfirli wa li walidayya warhamhuma kama rabbayani shogira.
Selain doa, kita juga diajak untuk memberikan “hadiah” terbaik berupa bacaan Al-Qur’an atau sedekah atas nama mereka. Inilah wujud cinta yang paling murni, mengirimkan cahaya ke alam kubur mereka agar senantiasa mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
Namun, ada peringatan penting bagi kita semua yang bersiap menyambut Idul Fitri dan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.
Bersamaan dengan selesainya bulan suci, belenggu setan pun turut terlepas dan mereka ikut “mudik” kembali ke dalam hati serta pikiran manusia yang kotor.
Kita harus waspada agar kemenangan yang sudah diraih dengan susah payah selama berpuasa tidak dirusak oleh sifat jahat dan pikiran buruk yang jauh dari rida Tuhan.
Bagi mereka yang masih memiliki orang tua di kampung jauh, segeralah mudik dan bersimpuh memohon ampun selagi kesempatan itu masih ada.
Jangan sampai penyesalan datang saat kursi tempat orang tua duduk sudah kosong dan hanya menyisakan kenangan pahit.
Gunakan sisa waktu ini untuk memperbaiki hubungan dan memperbanyak amal saleh sebagai bekal kita kelak saat menyusul mereka ke alam keabadian.
Semoga berkat kemuliaan Ramadhan dan kesucian Idul Fitri, Allah SWT menerima segala amal ibadah kita dan memudahkan setiap urusan kehidupan.
Kita berdoa agar hati kita tetap terjaga dari godaan setan yang kembali bebas, serta semoga cinta kita kepada orang tua menjadi jalan pembuka pintu surga.
Selamat menyongsong kemenangan dengan hati yang bersih dan penuh rasa syukur kepada Sang Pencipta. (Ais/Iag).
![]()
MediaProspek.com