Handil Bakti, mediaprospek.com – Bayang-bayang trauma banjir besar Januari 2021 kembali menghantui warga di Komplek Subur Bastari dan Keruwing Indah, Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala.
Memasuki hari kesepuluh di tahun 2026, air tak kunjung surut, melumpuhkan aktivitas ekonomi dan domestik warga.
Sejak 1 Januari 2026, pemandangan air setinggi lutut orang dewasa telah menjadi “tamu tak diundang” di sepanjang jalan komplek hingga menembus masuk ke dapur warga.
Bagi mereka, rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung kini berubah menjadi sumber kecemasan.

“Kami sulit beraktivitas. Memasak susah, tidur pun tidak tenang karena air sudah masuk ke dalam rumah. Setiap hujan turun lagi, kami hanya bisa pasrah,” keluh salah satu warga dengan nada getir.
Banjir ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengganggu sanitasi dan kesehatan.
Warga terpaksa menata ulang furnitur ke tempat yang lebih tinggi, sebuah rutinitas melelahkan yang mengingatkan mereka pada bencana hebat lima tahun silam.
Berdasarkan pantauan di lapangan, penyebab utama lambatnya air surut adalah kombinasi dari faktor alam dan infrastruktur yang tidak memadai seperti:
Topografi Rendah, posisi komplek yang berada di dataran rendah membuatnya menjadi titik kumpul air.
Sumbatan Aliran Sungai, saluran pembuangan menuju sungai utama tertutup rapat oleh gulma, tanaman liar, dan adanya sampah.
Curah Hujan Ekstrem, intensitas hujan yang tinggi sejak awal tahun tidak dibarengi dengan daya tampung drainase yang mumpuni.

Aksi Swadaya, Jibaku Warga dan Relawan BPK
Sadar bahwa menunggu bantuan pemerintah memerlukan waktu, warga Komplek Subur Bastari dan Keruwing memutuskan untuk mengambil tindakan nyata. Pada Sabtu (10/1/2026), puluhan warga turun ke sungai melakukan gotong royong.
Dibantu oleh unit BPK setempat yang mengerahkan mesin semprot bertekanan tinggi, warga berjibaku merobohkan barisan gulma yang menyumbat aliran sungai.
Setelah sehari penuh bekerja keras di tengah kedalaman air, hambatan utama akhirnya dapat disingkirkan.
Rencananya, warga akan segera memanggil tenaga profesional untuk memotong dan membersihkan sisa-sisa rumput agar aliran air benar-benar lancar.
Kondisi ini memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat: Mengapa banjir serupa terus berulang?
Warga mendesak pemerintah kabupaten maupun provinsi untuk tidak hanya memberikan bantuan darurat, tetapi juga solusi jangka panjang.
Bantuan yang sangat diharapkan warga saat ini meliputi:
Perbaikan Infrastruktur: Pengerukan sungai secara berkala dan pembenahan sistem drainase komplek yang terintegrasi.
Peran Wakil Rakyat: Warga menuntut para anggota DPRD, khususnya dari Dapil Barito Kuala, untuk lebih vokal dalam memperjuangkan anggaran penanggulangan banjir.
“Kami butuh solusi permanen, kami ingin Pemda setempat dan wakil rakyat mencari jalan keluar agar setiap awal tahun kami tidak perlu lagi terendam seperti ini,” pungkas salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih terus bersiaga sembari berharap langit cerah segera kembali dan air yang merendam pemukiman mereka dapat segera surut total. (Mzr/***).
![]()
MediaProspek.com