Banjarmasin, mediaprospek.com- Badan Anggaran, AKD, dan Pimpinan Fraksi DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar rapat gabungan bersama seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Kalsel pada Senin (10/11/2025) siang di DPRD Kalsel, Banjarmasin, membahas realisasi anggaran daerah.
Pertemuan tersebut menindaklanjuti dan meluruskan isu miring terkait adanya dana daerah sebesar Rp4,7 triliun yang disimpan pada bank daerah, mendorong dewan untuk meminta kejelasan mengenai serapan anggaran yang masih berada di kisaran 40 persen.
“Jadi kami minta kejelasan kenapa serapan ini kecil, dan ada juga kegiatan yang masuk di APBD murni tapi menunggu di anggaran perubahan,” ujar salah satu anggota dewan, Akhmad Maulana.
Minimnya realisasi ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari kendala teknis seperti pemohon yang tidak dapat melengkapi syarat pencairan dana, hingga menunggu rampungnya hasil pemeriksaan keuangan tahun sebelumnya oleh BPK RI.
Meskipun serapan anggaran secara umum masih rendah, Plt Kepala Dinas PUPR, H M Yasin Toyib, menyatakan optimisme dinasnya mampu merealisasikan 90 persen capaian anggaran dari sisa dana yang masih tersedia Rp2 triliun lebih hingga akhir tahun.
Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Kalsel, HM Alpiya Rakhman, membenarkan kalkulasi sementara, meski target realisasi 90 persen tercapai.
APBD Kalsel akhir tahun 2025 diperkirakan tetap akan menyisakan dana sekitar Rp1 triliun lebih, bahkan bisa mencapai Rp2 triliun setelah ditambah DBH dan TKD.
Sisa dana ini rencananya akan dimasukkan ke dalam RAPBD 2026. (Fiq/Mzr).
![]()
MediaProspek.com