Mediaprospek.com – Kemenangan keenam Grand Prix pada musim ini baru saja dicatatkan oleh Marc Marquez bersama Ducati di Sirkuit Assen, Belanda akhir pekan kemarin.
Rider berjuluk Baby Alien itu kokoh menduduki puncak klasemen sementara dengan raihan total 307 angka melalui sembilan podium dengan enam kemenangan.
Melaju di atas motor Ducati benar-benar menghadirkan situasi yang berbeda kepada Marquez usai sempat kesulitan di tahun-tahun terakhir bersama Honda.
Tak hanya asa meramaikan barisan depan saja, Marquez kini juga bisa mulai berbicara tentang meraih gelar juara dunia lagi.
Rider berusia 32 tahun itu mendapatkan kesempatan kedua untuk menjadi raja di kelas tertinggi yang terakhir kali digenggam pada 2019 lalu.
Efek performa motor pabrikan Italia itu jelas terlihat pada GP Belanda kemarin di mana Marquez sempat mengalami kecelakaan hebat pada hari pertama.
Keganasan Desmosedici GP25 di lintasan meringankan beban kerja Marquez yang tidak perlu mengambil risiko terlalu tinggi saat sprint dan grand prix.
Peraih delapan gelar juara dunia tersebut pada akhirnya menyampu bersih kedua sesi penting itu dengan kemenangan.
Sepak terjang Marquez yang masih dihentikan oleh para rivalnya masih mengundang perhatian dari Jorge Lorenzo yang pernah menjadi rekannya di Honda.
Jorge Lorenzo merasa Marc Marquez kini memiliki keuntungan besar usai direkrut dan menjadi andalan Ducati pada MotoGP 2025.
Pria yang telah dinobatkan sebagai legenda MotoGP itu menilai bergabung dengan Ducati membuat Marquez seperti tertimpa durian runtuh.
“Marc Marquez terbiasa mengambil banyak risiko dalam beberapa musim terakhir, dan itu membuatnya banyak mengalami crash,” kata Lorenzo, dilansir dari Motosan.
“Tapi sekarang dia tidak perlu melakukannya, akhirnya dia memiliki motor yang setidaknya setingkat dengan rival terkuat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Por Fuera menyebut saat ini Marquez hanya perlu melaju dengan 90 persen kecepatannya saja untuk tetap berada di depan.
Dan jika akhirnya harus perlu lebih keras lagi dalam memacu kecepatan, rider Spanyol itu tak perlu risau karena kuda besinya cukup mumpuni.
“Dia bisa melaju dengan kecepatan 90 persen sepanjang lomba, cukup untuk tetap berada di depan,” ucap Lorenzo.
“Dan ketika dia benar-benar perlu memberikan 102 persen, dia bisa melakukannya.”
“Selalu harus melaju dengan kecepatan 101 persen untuk tetap berada di depan dan itu membuat mereka melakukan kesalahan.”
“Mereka menguntit Marquez, lalu menjauh lagi, lalu mencoba mengejarnya lagi, tetapi mempertahankan ritme itu selama balapan sangatlah sulit,” imbuhnya.
(mzr/bsc)
![]()
MediaProspek.com