Banjarmasin, mediaprospek.com – Kalau sudah urusan perut dan kawan lama, urang Banjar memang tidak ada lawannya. Hari Minggu sore (15/3/26), suasana di rumah makan Ikan Goreng Cianjur, Jalan Sultan Adam, mendadak “pecah”.
Bukan karena ada demo, tapi karena diserbu puluhan alumni SD Awang Sejahtera angkatan 1985 yang haus akan silaturahmi—dan haus beneran setelah seharian berpuasa.
Momen buka puasa bersama (bukber) ini jadi ajang “balas dendam” rindu setelah puluhan tahun berpisah.
Meski rambut sudah mulai “ba-uban” (memutih) dan lari sudah tidak secepat dulu saat mengejar bola di lapangan Kayutangi, semangat mereka tetap menyala seperti anak SD baru gajian uang jajan.
Menu Tempong Jadi Saksi Bisu
Begitu azan Magrib berkumandang, aksi “serbu meja” pun dimulai.
Meja-meja panjang di depan Livi Cosmetic itu langsung penuh sesak. Menariknya, selera “kepala lima” ini ternyata masih sangar.
Alih-alih pesan bubur yang lembut, pilihan jatuh ke Tempong Ayam Goreng dan Ayam Bakar.
“Kita ini bukan cuma mau makan enak, tapi mau menyambung kembali tali persaudaraan yang sudah terjalin sejak zaman pakai seragam merah putih dulu,” ujar Nani, sang koordinator acara yang sibuknya melebihi panitia pemilu.
Berkat tangan dingin Nani dan bantuan para donatur, 29 orang alumni termasuk Ifeh, Maulida, sampai M. Zakir dan kawan-kawan, bisa duduk manis menikmati hidangan secara gratis.
Dari takjil yang segar sampai nasi berat yang pedasnya nendang, semua ludes tanpa sisa.
Bukan Sekadar Makan Gratis
Tapi jangan salah sangka, ini bukan sekadar urusan makan gratisan.
Di sela-sela obrolan yang ditemani deru air mineral botol, terselip cerita-cerita haru tentang masa kecil mereka di Kayutangi dulu.
Ada yang membawa anak dan istri, sesuai pesan para wakil rakyat kita: keluarga harus nomor satu.
Suasana santai ini jadi obat penawar lelah yang paling ampuh. Di tengah sibuknya urusan kantor, bisnis, atau drama rumah tangga, duduk satu meja dengan kawan lama membuat beban hidup terasa hilang sejenak.
“Silaturahmi itu kuncinya panjang umur dan murah rezeki,” celetuk salah satu alumni sambil mengelap keringat setelah menyantap sambal tempong.
Acara tutup dengan tawa yang pecah, membuktikan bahwa meski zaman sudah berganti dan fisik mulai menua, ikatan batin angkatan 85 ini tetap sekeras baja dan semanis sirup takjil. (Ais/Mzr).
![]()
MediaProspek.com