Gambut, mediaprospek.com – Ditintelkam Polda Kalimantan Selatan merangkul pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalsel menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Grand Tan Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Selasa (23/6/26).
“Jurnalis memiliki posisi sangat penting sebagai penyampai informasi kepada masyarakat, media yang menyajikan informasi secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab akan menjadi sarana edukasi publik sekaligus benteng dalam menangkal hoaks,” ujar Direktur Intelkam yang diwakili Kasubdit Politik Ditintelkam AKBP Dr Soetrijono.
Pertemuan strategis ini membedah peran krusial pers sebagai rumah penjernih informasi agar warga Banua tidak menjadi korban adu domba dari info palsu media sosial yang rawan merusak ketenangan lingkungan.
Langkah preventif kepolisian ini menjadi angin segar bagi masyarakat bawah karena berita bohong sering kali mempermainkan emosi hingga memicu ketakutan yang meresahkan warga.
Kepala Dinas Kominfo Kalsel, H. Muhammad Muslim, melalui Kasi Pengelolaan Opini Publik Chairun Ni’mah membeberkan data website Komdigi RI sepanjang 2024 terdapat 1.700 lebih berita hoaks serta 3 juta lebih konten internet negatif seperti judi online dan pornografi.
Melalui wadah ini jurnalis Banua didorong memanfaatkan alat verifikasi seperti Google Lens hingga Hoax Buster guna menyaring informasi.
Produk pers yang sehat dipastikan murni mengedukasi rakyat lewat penjelasan sebab akibat suatu peristiwa dan bukan sekadar mengejar sensasi belaka.
Sinergi erat ini memastikan ruang publik digital di Kalimantan Selatan tetap bersih dari provokasi yang mengancam ketertiban.
Jurnalis berkomitmen penuh menerapkan prinsip berimbang tanpa menghakimi ataupun menggiring opini sepihak demi menjaga perdamaian daerah.
Hubungan kemitraan yang kuat ini membuat setiap isu miring di tengah masyarakat dapat diredam lebih cepat sebelum membesar.
Pengawasan kebijakan publik termasuk urusan hajat hidup orang banyak yang bergulir dari rumah banjar pun akan tersaji lewat informasi yang jernih dan tepercaya.
Kehadiran pengurus JMSI Kalsel dalam forum ini mempertegas komitmen pemilik media lokal untuk menyajikan produk jurnalistik yang bersih dan bermutu tinggi.
Para pengelola media siber sadar betul arus informasi liar di aplikasi percakapan sering kali membuat bingung pedagang pasar, petani, hingga pekerja lapangan di pelosok Banua.
Melalui ruang redaksi yang profesional, jurnalis berperan aktif menyaring kabar burung tersebut menjadi berita yang mencerahkan dan menenangkan pikiran pembaca.
Langkah taktis Ditintelkam Polda Kalsel ini juga berfokus pada deteksi dini terhadap dampak sosial yang timbul akibat gesekan informasi di dunia maya.
Fungsi intelijen keamanan di sini bekerja secara preemtif dengan memetakan potensi kerawanan sejak awal guna menggalang kekuatan bersama insan pers.
Pendekatan humanis ini dinilai jauh lebih efektif mengakar ke masyarakat bawah daripada sekadar melakukan penegakan hukum setelah kegaduhan sosial telanjur meluas.
Tantangan terbesar di era digital saat ini memang terletak pada batasan regulasi terkait penghapusan konten negatif secara sepihak.
Pihak kepolisian bersama Diskominfo Kalsel mengakui kebebasan berekspresi warga negara dilindungi oleh undang-undang sehingga tidak bisa asal tutup akun.
Oleh sebab itu, penguatan literasi digital dari jurnalis arus utama menjadi tameng paling ampuh agar masyarakat tidak mudah menelan mentah-mentah info palsu.
Kolaborasi nyata ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem media siber yang sehat, aman, dan edukatif secara berkelanjutan.
Rasa aman yang tercipta di ruang digital tentu akan berdampak langsung pada kelancaran aktivitas ekonomi dan kesehari-harian seluruh warga Kalimantan Selatan. (Mzr/Iag).
![]()
MediaProspek.com