Banjarmasin, mediaprospek.com – Bank Indonesia bersama Pemprov Kalsel meluncurkan Pamor Borneo 2026 di Banjarmasin, Jumat, (7/8/26) pagi.
“Pamor Borneo 2026 merupakan wujud penegasan komitmen bersama memajukan Kalimantan Selatan agar berdaya saing,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Haris Munandar di lokasi acara.
Ia berharap agenda tahunan ini berkontribusi nyata memperluas akses pasar UMKM, mendatangkan modal sektor riil, serta mempercepat transaksi digital bagi masyarakat bawah.
Suasana pameran di pusat Kota Banjarmasin ini mendadak ramai diserbu warga dan calon investor. Berbagai stan fesyen, kerajinan kriya, hingga jajanan kuliner khas Banua tampak dipadati pengunjung.
Di sudut lain, meja konsultasi pembiayaan sibuk melayani para pelaku usaha kecil yang ingin mengembangkan bisnis.
Momentum peringatan Hari Jadi ke-76 Pemprov Kalsel ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha lokal.
Lewat arena pameran, komitmen kerja sama antara UMKM dan sektor perhotelan langsung tembus angka seratus juta rupiah. Fasilitas kredit yang berhasil disalurkan ke kantong perajin dan pedagang bahkan menembus 6,2 miliar rupiah.
Gubernur Kalsel H. Muhidin menegaskan ajang ini menjadi langkah nyata mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat. Ia menyebut Kalimantan Selatan memiliki peluang sangat besar sebagai gerbang logistik nasional demi mewujudkan visi Banua makmur dan sejahtera.
Sektor investasi riil turut mencatatkan capaian fantastis melalui penawaran 15 proyek strategis Kalimantan.
Puluhan investor kawakan sepakat menandatangani belasan surat minat investasi bernilai total enam puluh dua triliun rupiah lebih. Masuknya modal raksasa ini dipastikan membuka lapangan kerja baru bagi ribuan tenaga kerja lokal.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengingatkan pentingnya sinergi kuat antara pemerintah dan lembaga keuangan. Ia menekankan setiap langkah pembangunan ekonomi harus membawa manfaat langsung dan nyata bagi kehidupan masyarakat luas.
Kemudahan bertransaksi bagi warga Banua juga makin canggih lewat pengenalan teknologi QRIS Tanpa Pindai.
Penumpang angkutan umum Trans Banjarbakula dan Trans Banjarmasin kini cukup menempelkan ponsel pada mesin pembayaran tanpa perlu repot melakukan pemindaian kode.
Pelayanan cepat ini membuat mobilitas harian para pekerja dan pedagang pasar menjadi jauh lebih praktis. Bank Indonesia terus mengedukasi warga agar makin paham serta bangga menggunakan rupiah dalam setiap transaksi jual beli.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mengubah arah ekonomi daerah menjadi lebih mandiri. Hasil kerja keras pemerintah dan Bank Indonesia dipastikan kembali untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat di seluruh pelosok Kalimantan Selatan. (Rilisbi/Mzr).
![]()
MediaProspek.com