KH. Husin Naparin (Foto/Ist)

Suara dari Menara Sabilal, Pulangnya Sang Penyejuk Hati

Banjarmasin, mediaprospek.com – Langit Banjarmasin hari ini, Rabu, (6/5/26), seolah ikut merunduk khidmat. Kabar itu datang membawa getaran yang menyentuh relung terdalam warga Banua: KH. Husin Naparin telah berpulang ke rahmatullah.

Bagi banyak dari kita, sosok ia bukan sekadar ulama besar, melainkan “suara” yang menemani tumbuh kembang jiwa sejak masa sekolah dulu.

Masih lekat dalam ingatan, di masa tahun 1980 sampai 1990 han, saat masih SD, SMP, hingga SMA, sore hari atau saat luang sering kali diisi oleh frekuensi radio yang memancarkan siaran dari Masjid Raya Sabilal Muhtadin.

Lewat corong radio itulah, suara teduh ia hadir di ruang tamu, di dapur, hingga ke kamar-kamar belajar kita.

Tanpa perlu bertatap muka langsung, ilmu agama yang ia sampaikan mengalir jernih, membasuh ketidaktahuan kita dengan nasihat yang santun dan mudah dicerna.

Momen yang paling ikonik adalah saat sesi tanya jawab. Dengan penuh kesabaran, ia mendengarkan setiap keraguan jamaah, lalu menjawabnya dengan penjelasan yang bernas, menarik, namun tetap rendah hati.

Ciri khas yang takkan pernah terlupa adalah bagaimana ia menutup setiap penjelasan dengan kalimat, “Wallahu a’lam bishawab”.

Sebuah ungkapan yang menegaskan bahwa setinggi apa pun ilmu manusia, Allah-lah pemilik kebenaran sejati. Kalimat itu bukan sekadar penutup, tapi sebuah pelajaran tentang adab dan kerendahan hati seorang guru sejati.

Hari ini, setelah disholatkan di Masjid Jami Sungai Jingah, raga ia akan menempuh perjalanan terakhirnya.

Singgah sebentar di Pesantren Rakha Amuntai, tempat yang menjadi saksi perjuangan ilmunya, sebelum akhirnya beristirahat panjang di Kahaliyang, Paringin, Balangan.

Ada keharuan yang mendalam saat mengetahui ia akan dimakamkan tepat di samping makam sang ibu (mama sidin).

Sebuah akhir perjalanan yang indah—seorang anak yang telah membaktikan hidupnya untuk umat, kini kembali ke haribaan Ilahi dan beristirahat dengan tenang di sisi sosok yang paling dicintainya.

Selamat jalan, Sang Murobbi. Terima kasih telah menjadi pelita di masa muda kami melalui gelombang radio.

Ilmu yang pian tanamkan akan terus hidup dan menjadi amal jariyah yang tak putus-putus. Semoga Allah SWT memberikan tempat termulia di sisi-Nya. Amin. (Iag).

Loading

Check Also

Bangun Banua Lipat Gandakan Laba

Banjarmasin, mediaprospek.com – PT Bangun Banua Kalimantan Selatan membawa kabar segar dengan keberhasilan melipatgandakan keuntungan …