Foto bersama : KPw BI Kalsel Fadjar Majardi bersama Gubernur Kalsel, H. Muhidin dan jajaran, Forkopimda, serta pihak terkait saat gelaran HLM TPID di Banjarmasin pada Selasa, (15/10/25). (Foto/doc/humasbikalsel)

Sinergi Kuat TPID Kalimantan Selatan Jaga Stabilitas Harga Jelang Nataru

Banjarmasin, mediaprospek.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Banjarmasin pada Selasa, (15/10/25). Forum ini menjadi momentum strategis memperkuat koordinasi dan sinergi dalam pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2025.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan (KPw BI Kalsel), Fadjar Majardi, mengatakan, “Inflasi Kalimantan Selatan pada September 2025 tercatat sebesar 2,91% (yoy), masih dalam sasaran 2,5% 1%. Namun, kita tidak boleh lengah. Menjelang akhir tahun, tekanan harga pangan berpotensi meningkat akibat naiknya permintaan dari masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan perlunya kewaspadaan dan tindakan antisipatif terhadap potensi gejolak harga pangan strategis seperti beras, bawang merah, cabai, dan daging ayam ras.

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, selaku Ketua TPID, menegaskan pengendalian inflasi adalah prioritas daerah demi menjaga kesejahteraan masyarakat. Seluruh Bupati dan Walikota diminta lebih proaktif, memperkuat koordinasi dengan TPID, memantau harga harian, dan segera melakukan intervensi jika terjadi gejolak.

Langkah konkret seperti Operasi Pasar Murah dan penguatan cadangan pangan daerah harus dilakukan secara cepat dan tepat. Dukungan terhadap program nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), ditekankan harus berjalan seiring dengan pengelolaan pasokan yang baik dan sinergi dengan dunia usaha.

HLM ini menyepakati penguatan strategi 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi).

Beberapa langkah yang telah dan akan diperkuat meliputi percepatan penyaluran beras SPHP, penggencaran Gerakan Pangan Murah (GPM), dan optimalisasi Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk memastikan pasokan bahan pangan yang mencukupi.

Dengan tekad “Bekerja Bersama, Merangkul Semua”, seluruh pihak berkomitmen menjaga inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga, guna mendukung pertumbuhan ekonomi Banua yang berkelanjutan. (mzr/rilisbi).

Loading

Check Also

NasDem Kalsel Desak Tempo Minta Maaf

Banjarmasin, mediaprospek.com – Pengurus Partai NasDem Kalimantan Selatan meradang dan mengecam keras pemberitaan majalah Tempo …