Banjarmasin, mediaprospek.com – Ancaman barang haram kini tidak lagi hanya menghantui kota besar, karena peredarannya terdeteksi mulai merambah masuk ke wilayah pedesaan di Kalimantan Selatan.
Anggota Dewan Gusti Iskandar meminta semua pihak memasang mata lebih tajam mengingat Kalsel saat ini berada di peringkat lima besar nasional dalam kasus penyalahgunaan narkotika.
“Hal ini terjadi karena para bandar mengincar daerah yang ekonomi rakyat desanya sedang bagus seperti wilayah perkebunan sawit, sehingga kita semua harus waspada menjaga keluarga agar tidak hancur,” ujar Gusti Iskandar, Jumat, (13/3/2026) di Banjarmasin.
Gusti Iskandar mendesak pemerintah agar segera menyediakan fasilitas rehabilitasi yang mudah dijangkau dan gratis bagi warga karena biaya rehab saat ini sangat mencekik kantong rakyat kecil.
Hasil dari pengamatan di lapangan menunjukkan kalau koordinasi antara BNN dan pemerintah daerah harus lebih diperkuat lagi agar pencegahan Narkotika di tingkat desa tidak berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang jelas.
Aparat penegak hukum juga diharapkan punya komitmen kuat untuk menghukum pengedar seberat-beratnya demi memberikan rasa aman bagi masyarakat di pelosok Banua.
Selain itu, warga diajak bahu-membahu menjaga kerukunan di bulan Ramadan ini dan tidak membiarkan perbedaan kecil merusak persatuan yang sudah terjalin kuat selama ini.
Pembatasan Media Sosial Bagi Anak
Mengenai perlindungan anak, pemerintah mulai membatasi pembuatan akun media sosial bagi anak-anak yang belum cukup umur agar mereka tidak terseret arus informasi negatif.
Langkah ini dinilai wajar dan penting untuk memastikan generasi muda kita tetap fokus pada hal positif dan memiliki masa depan yang cerah tanpa bayang-bayang Narkotika. (Ais/Mzr).
![]()
MediaProspek.com