Minuman yang dapat meningkatkan penyakit stroke, salah satunya minuman bersoda. (Dok. Freepik/topntp26)

Teh dan Air Putih Cegah Stroke dan Tiga Jenis Minuman Ini Berisiko Besar

Mediaprospek.com – Sabagaimana diketahui, apa yang kita makan dan minum sangat berpengaruh terhadap kesehatan pembuluh darah.

Tak pelak, penelitian terbaru merekomendasikan dua jenis minuman yang dapat mengurangi risiko penyakit stroke, yaitu teh dan air putih.

Kedua minuman tersebut merupakan pilihan terbaik, khususnya dalam hal mengurangi risiko kejadian stroke.

Dan, sebaliknya terdapat sejumlah minuman yang seringkali digemari oleh sebagian besar orang yang justru dapat meningkatkan risiko stroke.

Sebagaimana Dilansir dari Medical News Today (5/10/2024), jenis minuman yang dapat meningkatkan stroke di antaranya adalah minuman berkarbonasi (soda).

Selain itu, minuman jus atau sari buah kemasan, dan kopi yang semuanya dikonsumsi secara berlebihan.

Ketiga minuman tersebut selain dapat meningkatkan risiko stroke juga dapat memicu pendarahan intraserebral.

Penemuan ini berasal dari dua analisis dalam proyek penelitian Interstroke yang mengevaluasi dampak konsumsi minuman bersoda, jus buah, air, teh, dan kopi terhadap kesehatan.

Temuan mengenai jus buah dan minuman bersoda dimuat di Journal of Stroke, sementara hasil terkait teh dan kopi diterbitkan di International Journal of Stroke.

Studi tersebut melibatkan 26.950 orang dari 32 negara. Analisis data Interstroke dilakukan secara kolaboratif oleh para peneliti di McMaster University di Ontario, Kanada, dan University of Galway di Irlandia.

Penelitian ini menekankan bahwa kandungan gula tambahan, pemanis buatan, serta zat kimia dalam jus buah kemasan dapat berdampak buruk pada kesehatan dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi jus buah yang diperas langsung tanpa tambahan gula guna mendukung kesehatan yang lebih baik.

Berapa banyak kopi yang dapat tingkatkan risiko stroke? Dilansir dari Times of India (7/10/2024), peneliti mengungkapkan bahwa mengonsumsi lebih dari 4 cangkir kopi setiap hari dapat meningkatkan risiko terkena stroke hingga 37 persen.

Namun, jumlah konsumsi yang lebih rendah tidak menunjukkan peningkatan risiko serupa. Sebaliknya, mengonsumsi jumlah teh yang sama justru dapat menurunkan risiko tersebut.

Dalam salah satu analisis, ditemukan bahwa meminum satu minuman bersoda per hari, baik yang mengandung gula maupun pemanis buatan, dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke sebesar 22 persen.

Risiko ini meningkat hingga tiga kali lipat jika seseorang mengonsumsi dua minuman tersebut setiap harinya.

“Penelitian kami juga menunjukkan bahwa semakin sering seseorang mengonsumsi minuman bersoda, semakin besar pula risiko terjadinya stroke,” ujar Profesor Andrew Smyth, peneliti utama dari kedua studi tersebut.

Jus atau sari buah kemasan juga bisa meningkatkan risiko stroke. Dari hasil studi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan risiko stroke mungkin disebabkan oleh tingginya kandungan konsentrat, gula tambahan, dan bahan pengawet.

Kandungan tersebut dapat menghilangkan manfaat alami dari buah segar dan justru berkontribusi pada meningkatnya risiko stroke.

Konsumsi minuman sari buah dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke sebesar 37 persen akibat pendarahan otak atau perdarahan intrakranial.

Jika seseorang mengonsumsi dua minuman jenis ini setiap hari, risikonya dapat meningkat hingga tiga kali lipat.

Penelitian juga menemukan bahwa wanita lebih rentan mengalami peningkatan risiko stroke akibat perdarahan yang berkaitan dengan konsumsi sari buah dibandingkan pria.

Meski begitu, tidak semua minuman berbahan dasar buah memiliki efek yang sama, yakni meningkatkan risiko penyakit stroke.

Jus buah segar cenderung memberikan manfaat kesehatan.

Sementara mengonsumsi lebih dari tujuh gelas air putih setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko stroke yang disebabkan oleh pembekuan darah.

Sementara itu, minum teh juga terbukti bermanfaat, dengan penurunan risiko stroke sebesar 18–20 persen.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi 3–4 cangkir teh hitam (Earl Grey) dapat menurunkan risiko stroke hingga 29 persen.

Untuk teh hijau, konsumsi dalam jumlah yang sama dikaitkan dengan penurunan risiko hingga 27 persen.

(mzr/kcm)

Loading

Check Also

BI Susur Sungai Tukar Uang

Banjarmasin, mediaprospek.com – Masyarakat di pinggiran sungai kini tidak perlu jauh-jauh lagi mencari uang layak …