Gubernur Kalsel H. Muhidin, diwakili oleh Plt Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Muhamad Muslim, saat memberikan keterangan persnya terkait transformasi digital, di Banjarbaru, Sabtu (27/9/2025) malam.(Foto/mckalsel)

Komitmen Digital Kalsel, Hapus Blank Spot, Perkuat Keamanan Siber

Banjarbaru, mediaprospek.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan komitmen kuatnya mempercepat transformasi digital dan mengatasi titik blank spot jaringan internet, seiring penutupan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Komdiphoria Diskominfo Kalsel 2025 di Banjarbaru, Sabtu (27/9/2025) malam.

Gubernur Kalsel H. Muhidin, diwakili oleh Plt Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Muhamad Muslim, memimpin acara penutupan tersebut.

Dalam sambutannya, Muslim secara tegas menyampaikan pesan Gubernur Muhidin mengenai pentingnya percepatan transformasi digital.

Hal ini dianggap sebagai wujud nyata dari upaya menciptakan pemerintahan yang modern, inklusif, dan memberikan pelayanan merata kepada seluruh lapisan masyarakat.

Rakerda dan Komdiphoria yang berlangsung intensif ini berhasil merumuskan sejumlah poin strategis yang akan menjadi fokus kerja Diskominfo dan mitra di daerah. Poin-poin tersebut meliputi percepatan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan integrasi Satu Data Indonesia.

Selain itu, rekomendasi strategis lain menekankan penguatan Computer Security Incident Response Team (CSIRT). Satuan ini akan menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan siber di wilayah Kalsel, merespons insiden, dan melindungi data pemerintah dari ancaman digital.

Muhidin melalui Muslim menekankan transformasi digital tidak boleh hanya menjadi urusan birokrasi semata. Ia menyoroti pentingnya partisipasi aktif masyarakat melalui peningkatan budaya digital, literasi, kreativitas, dan keterlibatan publik yang meluas.

“Saya berharap capaian ini tidak berhenti pada kegiatan ini saja. Seluruh rekomendasi harus ditindaklanjuti dengan kerja nyata di daerah masing-masing. Pemprov Kalsel siap mengawal dan bersinergi demi mewujudkan pengembangan serta penguatan pemerintahan digital di Banua kita tercinta,” tegas Muslim menyampaikan pesan Gubernur.

Komitmen besar juga ditekankan untuk mengentaskan titik blank spot jaringan internet. Diperkirakan 7 hingga 8 persen wilayah Kalsel, terutama di kawasan dengan kondisi geografis pegunungan, aliran sungai, dan pesisir laut, masih minim akses internet. Pemprov Kalsel telah melakukan inventarisasi rinci titik-titik tersebut.

Muslim menambahkan, hasil inventarisasi ini akan menjadi prioritas usulan yang diajukan ke pemerintah pusat.

Tujuannya agar fasilitas jaringan dasar dapat segera disediakan di wilayah-wilayah yang masih blank spot, memastikan seluruh warga Kalsel terhubung dengan dunia digital.

Pemprov Kalsel menegaskan akan terus mengawal program pengentasan blank spot ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan digital yang inklusif, modern, dan merata di seluruh Kalimantan Selatan. (Jml/Mzr).

Loading

Check Also

NasDem Kalsel Desak Tempo Minta Maaf

Banjarmasin, mediaprospek.com – Pengurus Partai NasDem Kalimantan Selatan meradang dan mengecam keras pemberitaan majalah Tempo …