Banjarmasin, mediaprospek.com – Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan kedua tahun 2025 menunjukkan kinerja impresif dengan pertumbuhan signifikan, melampaui capaian tahun sebelumnya.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalsel tumbuh 5,39 persen secara tahunan (y-on-y). “Laju positif ini tidak lepas dari peran aktif berbagai sektor yang menjadi motor penggerak baru ekonomi daerah,” kata Kepala BPS Prov. Kalsel Mukhamad Mukhanif melalui Analis ekonomi, M. Anugrah, via zoom meeting di aula BPS prov, Kalsel, Selasa, (5/8/25). Di Banjarbaru.
Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan mendorong aktivitas ekonomi di tengah dinamika global.
Meski demikian, capaian ini bukan tanpa tantangan. M. Anugrah, menyatakan, “Pertumbuhan yang kuat ini menunjukkan resiliensi ekonomi Kalsel dalam menghadapi perlambatan di sektor andalannya.
Namun, perlu diwaspadai, karena sektor pertambangan yang menjadi tulang punggung ekonomi justru mengalami pertumbuhan negatif.
“Diversifikasi ekonomi adalah kunci, sebab kita tidak bisa terus-menerus bergantung pada komoditas, “ ujarnya.
Peningkatan tajam pada sektor Industri Pengolahan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan. Sektor ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi secara y-on-y sebesar 9,97 persen, menyumbang 1,19 persen terhadap total pertumbuhan.
Kenaikan ini mengindikasikan adanya ekspansi kapasitas produksi atau masuknya investasi baru di sektor industri, yang memberikan efek berganda bagi perekonomian lokal, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan nilai tambah produk.
Tak hanya industri, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan juga menunjukkan performa gemilang, khususnya pada pertumbuhan kuartalan (q-to-q) yang mencapai 36,38 persen.
“Fenomena ini, meskipun bersifat musiman, menegaskan pentingnya sektor primer sebagai penyangga utama ekonomi masyarakat,” sebutnya.
Sektor ini juga menyumbang kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan secara tahunan, menunjukkan vitalitasnya dalam menjaga ketahanan pangan dan ekonomi regional.
Dari sisi pengeluaran, kenaikan signifikan terlihat pada komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang melonjak hingga 38,81 persen secara q-to-q.
Lonjakan ini mencerminkan tingginya aktivitas belanja pemerintah daerah, baik untuk proyek pembangunan maupun program-program sosial, yang secara langsung menggerakkan roda ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat.
“Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga juga naik 5,50 persen secara kumulatif, menandakan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi,” pungkasnya. (Ais/mzr).
![]()
MediaProspek.com