Banjarmasin, mdiaprospek.com – Banjarmasin membidik 500 sertifikat halal dan 500 pembiayaan KUR bagi pelaku UMKM sebagai target penguatan usaha, menyusul audiensi Pemkot dengan Kementerian UMKM RI di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
“UMKM tidak cukup hanya diberikan modal. Mereka juga perlu didukung dari sisi kualitas produk, peralatan produksi, legalitas, standardisasi, sampai akses pasar. Dengan begitu, usaha yang dibangun bisa benar-benar naik kelas,” kata Wali Kota Banjarmasin H.M. Yamin HR.
Dalam audiensi tersebut, Yamin diterima Wakil Menteri UMKM RI Helvi Yuni Moraza, didampingi Sekretaris Kementerian UMKM RI Loto Srinaita Ginting serta jajaran deputi Kementerian UMKM.
Yamin mendorong penguatan UMKM Banjarmasin melalui hilirisasi produk unggulan daerah, peningkatan kualitas produksi, standardisasi, legalitas usaha, akses pembiayaan hingga perluasan pasar.
Menurut Yamin, pengembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan akses permodalan. Pelaku usaha juga memerlukan dukungan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk agar mampu memenuhi standar pasar yang lebih luas.
Karena itu, Pemkot Banjarmasin mengusulkan dukungan Kementerian UMKM berupa fasilitasi peralatan dan mesin produksi serta sarana usaha untuk meningkatkan kapasitas, efisiensi, mutu dan daya saing produk lokal.
Dukungan yang diusulkan mencakup fasilitasi sertifikasi halal melalui skema self declare, pendaftaran dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), optimalisasi akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), peningkatan literasi keuangan, perluasan akses pasar serta dukungan peralatan dan mesin produksi.
Audiensi itu juga membahas pemanfaatan SAPA UMKM, platform Kementerian UMKM untuk mengintegrasikan informasi dan layanan pemberdayaan UMKM. Pemkot Banjarmasin mengusulkan optimalisasi platform tersebut agar pelaku usaha dapat memperoleh akses program sesuai kebutuhan dan kesiapan masing-masing.
Penguatan UMKM tersebut diarahkan untuk menjawab persoalan legalitas, sertifikasi, pemasaran, akses digital hingga pembiayaan. Kebijakan itu juga sejalan dengan Prokesra Produktif yang menargetkan 10 juta masyarakat berusaha dan bekerja pada periode 2026–2029.
Sebagai tindak lanjut dari kolaborasi tersebut, Pemkot Banjarmasin merencanakan pelaksanaan Kumitra atau Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra yang akan disinergikan dengan penutupan Bakul Fest.
Kegiatan itu juga direncanakan dirangkaikan dengan Kopdar bersama Dewi Harlas untuk mempertemukan dan memperkuat jejaring pelaku UMKM yang memiliki potensi menembus pasar ekspor.
Pada tahap yang direncanakan tersebut, Pemkot Banjarmasin membidik target 500 sertifikat halal dan 500 pembiayaan KUR, disertai kemudahan perizinan serta sertifikasi lainnya bagi pelaku UMKM. Target ini diarahkan sebagai pintu masuk untuk meningkatkan kapasitas produksi, standar mutu dan akses pasar.
Melalui rencana kolaborasi dengan pemerintah pusat, Pemkot Banjarmasin menargetkan UMKM semakin mudah mengakses program pemberdayaan, lebih siap masuk ke rantai pasok nasional dan memiliki peluang berkembang hingga pasar ekspor. (Nov/Ges).
![]()
MediaProspek.com