Banjarmasin, mediaprospek.com – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tahun 2026 yang dilakukan Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyoroti pagu belanja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang mencapai angka fantastis Rp 1,048 triliun lebih, pada Kamis (24/10) di Banjarmasin.
Nilai ini menjadi perhatian di tengah kesepakatan rasionalisasi usulan dana hingga 50 persen dari 119 SKPD/badan/UPT yang ada.
Ketua Banggar DPRD Kalsel, H. Supian HK, terperanjat melihat nilai pagu anggaran BPKAD tersebut dan langsung mendiskusikannya dengan anggota Banggar dan perwakilan BPKAD.
Ia menerangkan, setelah ditanyakan ke Kabid Anggaran, penghitungan angka itu benar, namun pengertian item-itemnya saja tidak dibacakan.
“Item itu mestinya masuk dengan yang total 1 triliun lebih itu, termasuk dana DPRD,” jelas Supian HK.
Kepala Bidang Perencanaan Anggaran Daerah BPKAD Prov Kalsel, Adya Ferina, menambahkan penjelasan mengenai besaran anggaran tersebut.
Adya Ferina menulis nilai dana Rp 1 triliun lebih ini dialokasikan untuk Belanja Bagi Hasil, Belanja Tidak Terduga (BTT), Bantuan Keuangan, dan Belanja Sub Kegiatan Tugas dan Fungsi (Tusi) BPKAD.
Mengingat statusnya masih RAPBD dan belum ditetapkan, Adya Ferina menegaskan anggaran ini masih bisa mengalami perubahan. (Fik/Mzr).
![]()
MediaProspek.com