Handil Bakti, mediaprospek.com – Distribusi Al-Qur’an yang belum merata di Indonesia, negara dengan mayoritas penduduk Muslim, menjadi isu utama yang mendesak perhatian.
Meskipun Al-Qur’an diyakini sebagai cahaya penerang kehidupan, masih banyak komunitas Muslim di daerah terpencil yang menghadapi keterbatasan akses terhadap mushaf yang layak.
Fenomena ini menciptakan akar masalah yang lebih dalam: terhambatnya proses belajar mengajar Al-Qur’an, melemahnya akidah, dan kurangnya pembinaan agama di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat peradaban.
Keterbatasan ini bukan hanya sekadar kurangnya fisik Al-Qur’an. Di Dusun Pulo Kulon, Kab. Progo, Jawa Tengah, banyak warga buta huruf Al-Qur’an akibat kesulitan memiliki mushaf dan minimnya tenaga pengajar.
Situasi serupa terjadi di Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, di mana Pondok Pesantren Ash Shofa bahkan harus membuat santrinya membaca satu Al-Qur’an secara bergantian hingga lima orang karena mushaf yang ada sudah rusak parah dan berusia lebih dari sepuluh tahun.
“1 (satu) Al Qur’an dibaca bergantian oleh 5 orang karena kondisinya sudah rusak akibat umurnya lebih dari 10 tahun,” ungkap Burhanuddin.
Faktor-faktor seperti geografis yang terpencil, biaya distribusi yang mahal, dan minimnya bantuan dari pihak luar menjadi penyebab utama.
Di Desa Kavetan, Kab. Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, harga satu mushaf bisa mencapai Rp1 juta karena lokasinya yang terpisah dan jauh dari pusat kota.
Di wilayah transmigrasi Desa Bukit Pamewa, Sumatra Barat, masyarakat bahkan tidak memiliki Al-Qur’an selama bertahun-tahun.
Ustadz Asep, takmir masjid setempat, mengaku, “belum pernah ada bantuan Al-Qur’an, sehingga sulit tadarusan saat Ramadhan.
Realitas ini menegaskan urgensi penyebaran Al-Qur’an sebagai bagian integral dari upaya pemerataan pendidikan agama.
Organisasi seperti Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) melalui program Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan (WAP) berupaya menjawab tantangan ini. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan cahaya Al-Qur’an mencapai setiap pelosok negeri, khususnya di daerah rawan akidah dan pendidikan.
Wakaf Al-Qur’an tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik mushaf, tetapi juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir selagi Al-Qur’an tersebut dibaca dan diamalkan.
“Dukungan Anda melalui program Wakaf Al Qur’an dan Pembinaan (WAP) sangat berharga bagi saudara muslim di pelosok negeri,” demikian kutipan dari inisiatif ini.
Program ini bertujuan ganda: memenuhi kebutuhan dasar akan Al-Qur’an dan sekaligus memperkuat akidah serta menjaga semangat umat Muslim di seluruh Indonesia untuk terus belajar dan mengamalkan ajaran suci.
Dengan berwakaf, kita berkontribusi langsung dalam menjaga keberlangsungan pendidikan agama dan memastikan generasi mendatang tetap terhubung dengan pedoman hidup yang hakiki.
Ini adalah investasi spiritual jangka panjang yang menjanjikan pahala abadi, selaras dengan semangat Islam untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan. (***)
![]()
MediaProspek.com