Foto: Getty Images/iStockphoto/Tero Vesalainen

Unduhan Aplikasi Ini Banyak, Namun Bisa Kuras Saldo Rekening, Kok Bisa Ya..

Jakarta, Mediaprospek.com – Para pakar IT telah banyak mengeluarkan peringatan saat menelusuri aplikasi baru yang pada akhirnya bertujuan untuk menguras saldo rekening.

Karena itu, para ahli menyarankan untuk memperhatikan dengan serius jumlah unduhan yang rendah, ulasan yang tidak menyenangkan, penggunaan data yang lebih tinggi dari rata-rata, dan deskripsi aplikasi yang aneh.

Baru-baru ini, pakar keamanan di Zscaler mengumumkan telah menemukan 90 lebih aplikasi berbahaya. Aplikasi-aplikasi itu bisa menguras saldo rekening, jadi harus di-uninstall.

Menurut Zscaler ThreatLabz, aplikasi tersebut telah diinstal lebih dari 5,5 juta kali. Meski begitu, pihaknya tidak merilis daftar 90 lebih aplikasi tersebut dan hanya menyebut ‘PDF Reader & File Manager’ dan ‘QR Reader & File Manager’ yang telah diinstal lebih dari 70.000 kali.

“Keamanan pengguna adalah prioritas utama Google Play,” tutur juru bicara Google kepada Nexstar seperti dilihat Jumat (14/6/2024).

Google juga menyebut semua aplikasi berbahaya yang teridentifikasi telah dihapus. Bagi pengguna Android yang mungkin telah mengunduh aplikasi tersebut, ThreatLabz menyebutkan adanya peningkatan ancaman malware Anatsa (disebut juga TeaBot) yang mengintai.

Anatsa adalah malware yang dibuat untuk mengakses informasi perbankan dari ratusan aplikasi keuangan di seluruh dunia.

Analisis tersebut menemukan bahwa kampanye serangan Anatsa sering kali disembunyikan di dalam tools praktis seperti pembaca kode PDF atau QR yang tersedia di Google Play Store.

Setelah diinstal, aplikasi tersebut dengan mahir menghindari deteksi dan mampu menyedot informasi keuangan pribadi melalui update yang kelihatannya aman.

“Kampanye ini meniru aplikasi pembaca PDF dan pembaca kode QR, seperti yang sering terjadi, untuk menarik banyak instalasi,” kata Zscaler.

“Tingginya jumlah instalasi semakin membantu menipu korban agar percaya bahwa aplikasi tersebut asli. Pada saat analisis, kedua aplikasi tersebut telah mengumpulkan lebih dari 70.000 instalasi,” lanjutnya.

Pelaku kejahatan kemungkinan besar menargetkan kategori paling populer di Google Play karena lebih mudah bagi aplikasi jahat mereka untuk berbaur.

Seorang juru bicara Google mengatakan bahwa perusahaan merekomendasikan penggunaan Google Play Protect.

Sebab, ini dapat melindungi pengguna dengan secara otomatis menghapus atau menonaktifkan aplikasi yang diketahui mengandung malware ini di perangkat Android dengan Layanan Google Play. Demikian dikutip dari The Hill, Jumat (13/6/2024).

(mzr/dtc)

Loading

Check Also

Asia Hanya Diwakili Jepang, Ini 25 Negara Penduduknya Paling Ramah di Dunia

Jakarta, Mediaprospek.com – Mengutip dari Travel + Leisure, Rabu (17/7/2024) yang berdasarkan sebuah studi terbaru, …