Banjarmasin, mediaprospek.com – Prestasi tenis meja Banjarmasin terus berkembang, namun pembinaan atlet masih terkendala anggaran, transportasi, peralatan, dan minimnya tryout ke luar daerah.
Ketua PTMSI Kota Banjarmasin, Muhriadi, mengatakan latihan dan sparing menjadi bagian penting untuk meningkatkan kemampuan atlet. Menurutnya, tenis meja tidak hanya mengandalkan tenaga, tetapi juga membutuhkan kemampuan berpikir dan membaca permainan.
“Jadi ke depannya banyak berlatih dan sparing, itu yang utama,” ujarnya saat gelaran Turnamen Tenis Meja DPRD Kalsel ke VI di Banjarmasin Senin (24/8/26) siang.
Muhriadi menyebut pembinaan tenis meja di Banjarmasin berlangsung di sejumlah tempat latihan. Di antaranya Komunitas Peduli Masyarakat (Kompeten) di Jalan Kayu Putih, Borneo di Jalan HKSN, serta Gibang di Jalan S. Parman. Selain itu, terdapat pula tempat latihan yang digunakan secara pribadi.
Pembinaan atlet dilakukan sejak usia sekolah dasar, bahkan ada anak yang mulai berlatih sejak taman kanak-kanak.
Pelatih mengenalkan teknik dasar secara bertahap, mulai dari pengambilan bola, latihan menggunakan banyak bola, hingga pukulan dan permainan bola secara perlahan.
Dari pembinaan tersebut, prestasi atlet tenis meja Banjarmasin terus berkembang.
Pada 2024, capaian yang diraih berada di posisi enam besar tingkat nasional. Sementara pada 2025, Banjarmasin menjadi juara umum cabang tenis meja pada Porprov se-Kalsel.
Namun, capaian tersebut dinilai masih dapat ditingkatkan.
Muhriadi menyebut kendala utama berada pada anggaran transportasi, peralatan, serta kesempatan mengikuti sparing dan tryout di luar Kalimantan Selatan.
Menurutnya, keikutsertaan dalam event terbuka di luar daerah penting untuk menambah pengalaman bertanding atlet.
Daerah di luar Kalimantan memiliki lebih banyak kesempatan mengikuti pertandingan, sementara atlet Banjarmasin harus memperhitungkan biaya perjalanan menggunakan pesawat atau kapal.
“Terutama PTMSI di pulau Jawa mungkin pembinaan di samping juga donaturnya banyak. Dibandingkan dengan kita, donaturnya hampir tidak ada sama sekali. Ada cuma satu dua saja, itupun tidak rutin,” paparnya.
Dukungan dari Pemko Banjarmasin, lanjutnya, biasanya hadir ketika terdapat event tertentu, termasuk Wali Kota Cup yang digelar menjelang Hari Jadi Kota Banjarmasin.
Untuk pengiriman atlet ke event nasional, PTMSI Kota Banjarmasin juga mendapat dukungan dari KONI Kota Banjarmasin.
Muhriadi berharap dukungan terhadap pembinaan tenis meja dapat diperkuat, terutama melalui fasilitas dan anggaran yang memadai.
Ia juga mendorong adanya event yang dapat menjadi ruang bagi atlet muda dan pelajar untuk menunjukkan potensi sekaligus menambah pengalaman bertanding.
“Dengan event seperti ini kan siapa tahu ada juga misalnya DPRD dua tahun sekali mengadakan yang seperti ini,” tandasnya.
Terkait gelaran Turnamen Tenis Meja Terbuka DPRD Kalsel, Ia sangat berterimakasih dan mengapresiasi, hal ini menurutnya merupakan kegiatan positif untuk para atlet agar terus meningkatkan peformanya dan diharapkan terus berlanjut di tahun depan.(Mzr)
![]()
MediaProspek.com