Banjarbaru, mediaprospek.com – Air Terjun Janda Beranak Tiga. Nama destinasi ini seketika memantik rasa penasaran.
Namun, di balik namanya yang unik, permata tersembunyi yang terletak di kawasan dekat Kiram, Banjarbaru, ini ternyata menghadapi nasib sepi dan minim perawatan.
Destinasi alam ini menurut salah satu pengunjung sebut saja Udin, cukup lumayan bagi pencinta alam, walau hanya dikunjungi oleh segelintir wisatawan, kondisi yang dirasa sepi diduga kuat akibat kurangnya promosi dan pengelolaan yang tidak optimal.
Akses Menantang, Fasilitas Nihil
Bagi pengunjung yang tertarik menjelajahi Air Terjun Janda Beranak Tiga, diperlukan upaya ekstra. Dari titik parkir atau jalan utama, pengunjung harus bersiap menempuh perjalanan kaki yang cukup jauh ke area dalam.
Jalur menuju air terjun diperkirakan sepanjang kurang lebih satu kilometer, yang dapat ditempuh dengan berjalan santai selama maksimal setengah jam.
“Sayangnya, fasilitas penunjang di lokasi ini terbilang nihil”, kata Wati bersama rombongan yang pernah ke wisata ini.
“Pengunjung tidak akan menemukan warung atau penjual makanan dan kue, sehingga sangat dianjurkan untuk membawa perbekalan sendiri,” ujar Wati.
Adapun biaya masuk yang dikenakan kepada setiap pengunjung sangat terjangkau, diperkirakan hanya Rp5.000 per orang.
Minim Perawatan dan Kontras Air Sungai
Meskipun murah, kondisi air terjun memunculkan kekhawatiran terkait perawatan.
“Destinasi yang tergolong kecil ini terlihat seperti “tidak terpelihara,” membuat suasana di lokasi menjadi sangat sepi, bahkan saat ada beberapa pengunjung,” sebut Wati.
“Meskipun air sungai di bagian bawah dilaporkan sedang surut, pada bagian atas kondisi air di area air terjun itu sendiri disebutkan lebih dalam,” jelas Odah yang pernah juga berkunjung.
“Mungkin karena kecil tempatnya, jadi kurang promo lah,” timpal Wati kembali, menyimpulkan akar masalah mengapa air terjun ini sepi.
Kondisi Air Terjun Janda Beranak Tiga menunjukkan kontras antara potensi nama unik yang dimilikinya sebagai daya tarik wisata, dengan realitas minimnya perhatian dan promosi.
Tanpa adanya dorongan promosi yang masif dan upaya perawatan serius, destinasi ini terancam tetap menjadi permata alam yang sunyi di tengah ramainya pariwisata Banjarbaru. (****).
![]()
MediaProspek.com