Helmawati, perajin payung kembang dari Kecamatan Pengambangan, Kota Banjarmasin, berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Payung Kembang yang digelar Disdikbud Kalsel, Minggu (14/9/2025). (Foto/mckalsel).

Lomba Payung Kembang Kalsel Lahirkan Juara Baru

Banjarmasin, mediaprospek.com – Helmawati, perajin payung kembang dari kelurahan Pengambangan Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Payung Kembang yang diadakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (14/9/2025). Lomba yang digelar melalui UPTD Taman Budaya Kalsel ini menjadi ajang pembuktian kreativitas para perajin. Helmawati unggul dengan total nilai 786 poin.

Posisi kedua diraih oleh Masitah dengan 758 poin, sementara juara ketiga jatuh kepada Norjenah dengan 714 poin. Ketiganya menunjukkan keahlian luar biasa dalam merangkai seni kerajinan khas Banua ini. Kemenangan mereka menjadi bukti nyata kualitas perajin lokal.

 

Ketua Umum Yayasan Lestari Anggrek Kalsel, Siti Wasilah, selaku dewan juri, menjelaskan penilaian didasarkan pada empat aspek: kreativitas, inovasi, kerapian, dan keindahan. “Kita mengapresiasi para perajin payung kembang ini,” ujar Siti. Ia menyoroti semangat para peserta yang tetap berkreasi di tengah mahalnya bahan baku seperti bunga kenanga, melati, dan mawar.

Siti Wasilah berharap lomba serupa dapat terus digelar dan melibatkan perajin dari 13 kabupaten/kota di Kalsel. Dengan begitu, akan terlihat variasi dan ciri khas budaya dari masing-masing daerah, yang akan semakin memperkaya seni payung kembang.

Helmawati mengaku sangat bersyukur atas pencapaiannya. Ia sengaja membuat payung kembang lima tingkat agar karyanya tampil berbeda dari peserta lain. Pilihan ini terinspirasi dari payung kembang yang sering digunakan dalam acara khataman Al-Qur’an.

“Waktu tiga jam yang diberikan panitia alhamdulillah cukup,” ungkap Helmawati, yang sudah menekuni kerajinan ini selama lebih dari 20 tahun. Pengalaman panjangnya terbukti membuahkan hasil. Ia berharap keberlanjutan lomba ini dapat menjamin kelestarian kesenian khas Banua.

 

Selain juara 1, 2, dan 3, panitia juga memberikan penghargaan kepada juara harapan 1, harapan 2, dan juara favorit. Pemenang mendapatkan trofi dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Langkah ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak perajin untuk terus berkarya. (Jml/Mzr).

Loading

Check Also

BI Susur Sungai Tukar Uang

Banjarmasin, mediaprospek.com – Masyarakat di pinggiran sungai kini tidak perlu jauh-jauh lagi mencari uang layak …