Loksado, mediaprospek.com – Suasana ceria dan penuh gelak tawa mewarnai acara Game yang sederhana. Dalam game tersebut jika gagal fokus mengakibatkan salah gerakan dan dihukum dengan coretan pupur putih oleh host di wajah kawan-kawan para jurnalis ekonomi banua.
Permainan game tersebut mewarnai kegiatan Capacity Building yang digelar kantor Bank Indonesia perwakilan Kalsel selama empat hari di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Rabu, (22/6/25).
Banyak momen yang berhasil mengocok perut para kawan-kawan jurnalis sebagai peserta permainan team building ini. Yaitu insiden “gagal fokus” berujung dengan coretan wajah yang dicoret “bubuhan Acil pupur” sebutan Akrab teman jurnalis cewe yang terdiri dari Evi, Salmah, Nisa dan Tania, yang seharusnya hukuman itu dilakukan oleh host Ramli.
Sebelumnya memang game ini berjalan dengan teratur sesuai arahan host Ramli, namun karena bubuhan Acil Pupur ini sering kena hukuman, maka permainan mulai tidak teratur, Acil Pupur ini yang mengambil alih pemberian hukuman dan host Ramli pun tidak dapat berbuat apa-apa, Karana host Ramli juga kena sasaran keusilan para Acil Pupur ini.
Para “Acil pupur” ini sangat lucu dan kocak sekali dalam menjahili teman-temannya, kekonyolan mereka mengundang gelak tawa, karena salah atau tidak salah tetap para peserta lainnya Dipupurinya.
Game “gagal fokus” sendiri merupakan permainan sederhana yang menguji konsentrasi dan kecepatan respons. Para pemain dituntut untuk fokus pada instruksi yang diberikan host.
Sementara berbagai kata-kata yang menjebak yang diucapkan host berusaha mengalihkan perhatian. Tentunya bagi yang gagal fokus, ada konsekuensi lucu yang menanti.
Diantara teman-teman jurnalis yang “diserang” Acil Pupur tersebut seperti Baha, Ihsan dan Faisal, mereka juga kocak dengan aksi kelakuannya dalam permainan tersebut.
Setiap gagal fokus oleh para teman jurnalis, kesempatan itu langsung dimanfaatkan oleh Acil Pupur yang memberikan “hukuman” mengusap pupur putih ke wajah mereka.
Permainan ini seru sekali, “Seru sekali ini yang bikin game-nya jadi makin hidup!,” Kata Syaiful wartawan dari Kalimantan Post yang menyaksikan permainan tersebut.
Insiden permainan lucu yang diikuti 41 jurnalis dari berbagai media tersebut, membuktikan, bermain game bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang membangun kebersamaan, menambah akrab persaudaraan dan menciptakan momen-momen tak terlupakan yang bisa dinikmati bersama. (Mzr)
![]()
MediaProspek.com