Plt. Kepala BSKDN, Kemendagri – Raden Gani Muhammad saat Diseminasi dan dialog hasil kajian inovasi tematik Smart City 2026 yang digelar BSKDN Kemendagri di Padjajaran Suite Resort & Convention Hotel, Kota Bogor, Jawa Barat, 23–24 Oktober 2026. (Foto: Dok/May/BSKDN)
Bogor, mediaprospek.com — Kota Banjarmasin menjadi salah satu sasaran kajian inovasi tematik Smart City 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri melalui BSKDN untuk mencari solusi sesuai kebutuhan masyarakat.
Kajian tersebut dibahas dalam diseminasi dan dialog hasil kajian inovasi tematik Smart City di Padjajaran Suite Resort & Convention Hotel, Kota Bogor, Jawa Barat, pada 23–24 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung secara luring dan daring.
Pelaksana Tugas Kepala BSKDN, Raden Gani Muhamad, menjelaskan kajian ini berfokus pada pengembangan solusi inovatif berbasis teknologi dan tata kelola untuk menjawab kebutuhan daerah. BSKDN bekerja sama dengan tim kajian Universitas Insan Cita Indonesia (UICI).
Banjarmasin dan Kabupaten Sragen ditetapkan sebagai daerah sasaran, sedangkan Kabupaten Banyuwangi dan Kota Bandung menjadi rujukan pembelajaran.
Melalui metode matching analysis, inovasi dari kedua daerah rujukan dipelajari untuk menilai kesesuaiannya dengan kondisi wilayah sasaran.
Gani mengingatkan inovasi pemerintahan tidak cukup hanya dengan membuat aplikasi atau menghadirkan teknologi baru.
Menurutnya, inovasi perlu memberi nilai tambah bagi kinerja pemerintahan, pelayanan publik, dan daya saing daerah.
Ia juga mengaitkan pengembangan inovasi daerah dengan arah kebijakan nasional dalam RPJMN 2025–2029.
Fokusnya mencakup persoalan mendasar masyarakat, seperti kemiskinan, penyerapan tenaga kerja, pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta kemandirian fiskal.
Data yang disampaikan dalam kajian menunjukkan pertumbuhan ekonomi Banjarmasin dan Sragen pada 2025 berada di atas 5,6 persen.
Namun, Tingkat Pengangguran Terbuka di Banjarmasin tercatat 6,49 persen, sedangkan persentase penduduk miskin di Sragen mencapai 11,22 persen.
Direktur LAIP Kemkomdigi, Aris Kurniawan, turut menjelaskan arah penataan pelayanan publik kota cerdas menuju Pemerintah Digital (PEMDI), sebagai penyesuaian dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Sementara itu, inovasi Banyuwangi One.id dan Smartkampung serta Bandung Super Maps Pro menjadi contoh yang dipaparkan untuk dipelajari, termasuk oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.
Gani menegaskan, penerapannya harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah, kemampuan fiskal, dan kebutuhan nyata masyarakat. (Mai/Mzr).
![]()
MediaProspek.com