Banjarmasin, mediaprospek.com – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pendidikan menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) se-kota di Hotel Harper Banjarmasin, Sabtu (20/09) siang. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa bangga dan melestarikan bahasa Banjar di kalangan generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Kegiatan yang mengusung tema “Manabur Bahasa Manuai Kebanggaan” ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman. Hadir pula Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, serta Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Armiati Rasyid. Kehadiran para tokoh penting ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga warisan budaya.
Ikhsan Budiman menilai festival ini menjadi cara kreatif untuk menjaga eksistensi bahasa ibu, khususnya di kalangan anak-anak.
Ia menekankan, pentingnya memperhatikan kosakata asli bahasa Banjar agar tidak pudar. “Bahasa Banjar masih bagus, penuturnya masih banyak. Namun tetap harus kita lestarikan karena dikhawatirkan ada beberapa kata yang bisa hilang atau terkikis,” jelasnya.
Dalam laporannya, Ryan Utama menyampaikan festival ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin terhadap program prioritas Kemendikdasmen dalam pelestarian bahasa dan sastra daerah. Acara ini menampilkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran hasil kreativitas sekolah hingga beragam lomba.
Berbagai lomba yang digelar memacu kreativitas para peserta, seperti lomba Bakisah bahasa Banjar (bercerita), Bapandung (berdongeng), menulis puisi, Bapidato bahasa Banjar (berpidato), dan menulis kisah anak. Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka menggunakan bahasa ibu.
Selain kegiatan festival dan lomba, Ryan menambahkan Pemerintah Kota Banjarmasin juga mendukung pelestarian bahasa daerah melalui kebijakan. Saat ini, Pemko tengah menyiapkan nota kesepahaman (MoU) dengan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, serta mendorong penerbitan Peraturan Wali Kota dan surat edaran terkait penggunaan bahasa Banjar di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen pemerintah, tim revitalisasi bahasa daerah, dan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan demikian, semangat melestarikan bahasa Banjar semakin tumbuh di kalangan generasi muda, sekaligus menegaskan identitas budaya Banua sebagai kebanggaan bersama. (Sai/Mzr).
![]()
MediaProspek.com