Telur ayam - Foto: Samuel Gading/detikcom

Inflasi Masih Terkendali, Telur Ayam dan Beras Penyumbang Tertinggi

Jakarta, Mediaprospek.com – Inflasi pada bulan kemarin, Maret 2024 berada di kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen dan inflasi indeks harga konsumen (IHK) 0,52 persen secara month to month (mtm), sehingga secara tahunan tercatat 3,05 persen year yon year (yoy).

Demikian pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Asisten Gubernur BI/Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan inflasi yang terjaga merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah).

Termasuk juga Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.

“Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2024,” kata dia dalam keterangannya, ditulis Selasa (2/4/2024).

BI juga menyebutkan inflasi inti pada Maret 2024 tercatat sebesar 0,23 persen (mtm), lebih tinggi dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,14 persen mtm seiring dengan kenaikan permintaan musiman periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idulfitri.

Realisasi inflasi inti tersebut disumbang terutama oleh inflasi komoditas emas perhiasan, minyak goreng, dan nasi dengan lauk.

Secara tahunan, inflasi inti Maret 2024 tercatat sebesar 1,77 persen yoy, meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,68 persen yoy.

Kelompok volatile food pada Maret 2024 mencatatkan inflasi sebesar 2,16 persen mtm, lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,53 persen mtm.

Peningkatan inflasi volatile food tersebut disumbang terutama oleh inflasi komoditas telur ayam ras, daging ayam ras, dan beras.
Peningkatan harga komoditas pangan, terutama beras dipengaruhi oleh faktor musiman periode HBKN dan pergeseran musim tanam akibat dampak El-Nino.

Peningkatan inflasi lebih lanjut tertahan oleh deflasi komoditas cabai merah dan tomat. Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 10,33% yoy, meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 8,47% yoy.

“Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan kembali menurun seiring dengan peningkatan produksi akibat masuknya musim panen dan dukungan sinergi pengendalian inflasi TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah, sehingga mendukung upaya menjaga stabilitas,” ujarnya.

Selanjutnya kelompok administered prices pada Maret 2024 mengalami inflasi sebesar 0,08% mtm, menurun dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,15% mtm disumbang oleh deflasi tarif angkutan udara.

Penurunan lebih lanjut tertahan oleh inflasi komoditas sigaret kretek mesin (SKM) sejalan dengan berlanjutnya transmisi kenaikan cukai hasil tembakau.

Secara tahunan, inflasi kelompok administered prices menjadi sebesar 1,39% yoy, menurun dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,67% yoy.

(mzr/dtc)

Loading

Check Also

Wafatnya Presiden Iran Sempat Menaikkan Harga Minyak Dunia

Jakarta, Mediaprospek.com – Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian meninggal karena …