Kepala KPw BI Kalsel Wahyu Pratomo bersama jajaran Tempo Institute berfoto bersama pada kegiatan Capacity Building Jurnalis di di hotel Arya Duta Bandung, Ahad, (14/05/23). (Foto/Mzr)

Tingkatkan Kemampuan Para Jurnalis, Bank Indonesia Gelar Pelatihan di Bandung

Bandung, mediaprospek.com – Dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam memahami tugas dan fungsi serta arah kebijakan Bank Indonesia, Bank Indonesia perwakilan provinsi Kalimantan selatan (KPw BI Kalsel) menggelar pelatihan (Capacity Building) kepada 40 jurnalis ekonomi Banjarmasin di hotel Arya Duta Bandung, Ahad, (14/05/23).

Tidak tanggung-tanggung Bank Indonesia perwakilan Kalsel ini mendatangkan para wartawan senior dari Tempo Institut. Mereka adalah Redaktur Utama Tempo, Rini Kustiani, Redaktur Ekonomi Martha Warta Silaban, Redaktur Ekonomi Agung Sedayu, Redaktur Gaya Hidup Mitra Tarigan dan Redaktur Nasional Amirullah Suhada beserta jajaran.

Sebelumnya para jurnalis diwajibkan membuat karya jurnalistik yang selanjutnya karya tersebut diberikan penilaian sekaligus paparan materi dan koreksi.

“Oleh karena itu ada tiga pesan utama yang ingin kami sampaikan dalam pelatihan ini, pertama, Bank Indonesia sangat percaya komunikasi akan meningkatkan efektivitas kebijakan bank sentral. Tentu saja, dalam mengelola kegiatan komunikasi tadi, Bank Indonesia tidak bisa bergerak sendiri. Di sana ada peran serta media yang punya tugas dan tanggung jawab memberikan informasi yang dan berimbang kepada masyarakat luas,” kata kepala KPw BI Kalsel Wahyu Pratomo kepada para wartawan.

Sebagaimana diketahui bersama, Undang-UndanNo.4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan sektor keuangan atau yang kita kenal dengan sebutan P2SK, memberi amanat kepada Bank Indonesia untuk mencapai tiga tujuan mulia, yaitu mencapai stabilitas nilai rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan. Yang ketiganya dimaksudkan dalam rangka mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

 

Para jurnalis ekonomi Banjarmasin saat mendengarkan paparan KPw BI Kalsel Wahyu Pratomo (Foto/Mzr)

 

Oleh karena itu, Wahyu Pratomo menjelaskan, dalam mencapai ketiga tujuan tersebut, Bank Indonesia senantiasa menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas dan indepedensi. Salah satu bagian dari prinsip transparansi itu adalah pengelolaan komunikasi.

Bank Indonesia meyakini, tanpa komunikasi yang jelas, terstruktur dan terarah, mustahil efektivitas kebijakan dapat tercapai.

Salah satu bentuk komunikasi umum dilakukan Bank Indonesia, misalnya, pengumuman hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG).

Dalam konteks itu, Bank Indonesia selalu menyertai hasil keputusan RDG dengan pertimbangan dan asesmen yang melatar belakanginya.

“Hal itu dilakukan semata-mata agar masyarakat mengetahui dengan jelas arah kebijakan Bank Indonesia, sehingga ekpektasi publik dapat bergerak ke arah yang menjadi tujuan dari bauran kebijakan Bank Indonesia tadi, yang pada gilirannya akan melahirkan efektivitas bauran kebijakan Bank Indonesia,” ungkap Wahyu Pratomo.

 

Para Jurnalis ekonomi Banjarmasin tampak menyimak penjelasan yang diberikan dari salah satu mentor Tempo Institute. (Foto/Mzr)

 

Dalam konteks itulah, Bank Indonesia memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para awak media, khususnya di Kalsel yang telah membantu mengomunikasikan kebijakan Bank Indonesia, sehingga masyarakat luas dapat mengetahui informasi dan substansi komunikasi kebijakan Bank Indonesia tersebut.

“Pesan yang kedua adalah sinergi dan kolaborasi jadi kunci pengelolaan komunikasi. Bank Indonesia tidak bisa bergerak seorang diri dalam melakukan kegiatan pengelolaan komunikasi. Maka dari itu, Capacity Building Jurnalis dilaksanakan adalah bagian dari upaya kami memperat sinergi, kolaborasi dan hubungan baik dengan para awak media,” kata Wahyu Pratomo.

“Karena hanya dengan sinergi yang baiklah, langkah dalam mencapai tujuan dan cita-cita besar yang kita inginkan dapat terasa lebih mudah dan ringan. Dalam konteks sinergi tadi, secara khusus kami juga ingin menyampaikan apresiasi kepada Tempo Institute, yang telah bekerjasama dengan Bank Indonesia, dalam konteks meningkatkan pengelolaan komunikasi di Bank Indonesia,” pungkas Wahyu Pratomo.

Usai acara salah satu peserta, Muhammad Zakir, ketika dimintai pendapatnya mengenai pelatihan, mengatakan, gelaran ini sangat bermanfaat bagi dirinya, menurutnya, mentornya sangat ramah, bersahabat dan benar-benar total dalam memberikan ilmunya. “Dengan adanya pelatihan ini saya mengharapkan nantinya penulisan berita-berita ekonomi khususnya terkait Bank Indonesia menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Hadir dalam kegiatan ini Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kalsel, Bimo Epyanto beserta jajaran Tim Implementasi KEKDA, Kepala Divisi SP PUR MI, Robi Ariadi dan Unit Kehumasan. (Mzr/Ais)

Loading

Check Also

Mau Tahu? Ini Sekelumit Cerita Produksi Awal Biskuit Khong Guan, Ternyata..

Jakarta, Mediaprospek.com – Sudah menjadi tak asing lagi, suguhan biskuit Khong Guan sangat melekat dengan …