Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, M Yani Helmi, dan Sekretaris Komisi III, H Gusti Abidinsyah, SSos, MM yang didampingi Sekretaris DPRD Kalsel, Muhamad Jaini ketika menerima aksi unjuk rasa BEM SI Kalsel. (Humas DPRD Kalsel)

Ditanggapi Unjuk Rasa BEM SI Kalsel yang Aspirasinya ke DPRD Kalsel

Banjarmasin, Mediaprospek.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akhirnya mau menemui aksi unjuk rasa dari puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kalsel, kemarin.

Mahasiswa dari berbagai warna jas almamater tersebut menyuarakan sejumlah apsirasi. Di antaranya yakni terkait isu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), keberatan atas wacana masa jabatan kepala desa selama 9 tahun, isu pendidikan, pembangunan jalan Km 171 Satui dan lainnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, M Yani Helmi, dan Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, H Gusti Abidinsyah, SSos, MM dengan didampingi Sekretaris DPRD Provinsi Kalsel, Muhamad Jaini, SE, MAP menemui para mahasiswa tersebut yang berorasi menyampaikan aspirasi dan tuntutannya.

Meski sempat diguyur hujan, proses tuang-serap aspirasi tetap dilaksanakan. Aksi unjuk rasa pun berjalan secara kondusif.

Aspirasi yang disampaikan antara lain soal jalan yang putus di Satui, Kabupaten Tanah Bumbu yang saat ini sudah mendapat respon dari Kementerian PUPR dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

“Alhamdulillah, mereka tinggal menunggu Detail Engineering Design (DED). Kalau DED-nya sudah keluar, insya Allah akan segera dilaksanakan, sementara ini kita menunggu dulu,” tutur Abidinsyah, Sekretaris komisi III DPRD Kalsel yang membidangi pembangunan dan infrastruktur.

Kemudian, terkait wacana masa jabatan kepala desa selama 9 tahun, dia mengatakan bahwa akan memperdalam dahulu tentang hal ini ke Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Dewan perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI).

Untuk isu pendidikan, M Yani Helmi atau yang akrab disapa Paman Yani tersebut mengakui bahwa ada beberapa sekolah yang menurutnya tidak layak sebagai tempat proses belajar mengajar.

“Saya akui di daerah pemilihan kami di Tanah Bumbu dan Kotabaru memang betul bahwa ada sekolah-sekolah yang tidak layak. Ada yang dinding dan atapnya terpal, kami sudah temukan itu di Gunung Calang Kotabaru,” ungkap Paman Yani.

Ia juga mengatakan telah mendorong Dinas Pendidikan agar segera dibangunkan sekolah yang memadai. “Tidak perlu mewah, yang penting dibikinkan bangunan sekolah yang layak,” kata dia.

(mzr)

Loading

Check Also

Mahkamah Internasional Perintahkan Israel Hengkang dari Wilayah Palestina

Mediaprospek.com – Kembali, pengadilan tertinggi PBB pada Jumat (19/7/2024) memutuskan, pendudukan Israel atas wilayah Palestina …