HM. Lutfi Saifuddin Pendiri MLS Foundation menyerahkan penghargaan berupa Hak Cipta kepada ahli waris pencipta lagu Paris Barantai Alm. Anang Ardiansyah (Foto/Mzr).

Dua Lagu Alm. H.Anang Ardiansyah Kantongi Hak Cipta, Lutfi Harapkan Pemerintah Lebih Intens Lagi Lindungi Karya Seni dan Warisan Budaya Daerah

Banjarmasin, mediaprospek.com – H. Lutfi Saipuddin selaku pendiri yayasan MLS Foundation mengharapkan kepada pemerintah dan semua pihak termasuk stakeholder agar bisa mengambil peran dalam melindungi karya-karya seni, bukan hanya karya seni musik saja tetapi juga warisan-warisan budaya yang ada di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, banyak pihak yang memanfaatkan karya-karya seni orang Kalimantan Selatan untuk kepentingan komersil, sedangkan pencipta atau ahli warisnya belum menerima apapun atau menerima manfaat dari hasil yang dikomersilkan tersebut.

“Ini yang membuat kami miris, di sini terjadi ketidakadilan. Oleh karena itu, kami dari yayasan MLS foundation dan Ligelize IDN mencoba menggugah kepada semua pihak stakeholder bahkan pemerintah agar bisa mengambil peran yang lebih lagi dalam melindungi karya-karya seni dan juga warisan-warisan budaya yang ada di Kalsel,” kata H. Lutfi Saipuddin usai menyerahkan Hak Cipta karya lagu Alm. H. Anang Ardiansyah, kepada ahli warisnya, H. Riswan Irfani di salah satu cape di Banjarmasin, Minggu (15/1/23) malam.

H. Lutfi Saipuddin menjelaskan, pihaknya sudah memproses enam buah lagu, namun hak cipta yang baru keluar baru dua, empat buah lagi menyusul, katanya.

“Hal ini tidak bisa ditunda-tunda lagi, karena kami langsung mempublikasikannya dengan maksud mudah-mudahan menjadi sebuah pemicu buat kita semua agar masyarakat lebih menyadari pentingnya sebuah pengakuan hak cipta yang di daerah kita sangat kurang,” ujarnya.

Lutfi sapaan akrab ketua komisi IV DPRD Kalsel ini, menyampaikan, hak cipta ini sebetulnya berkolerasi dengan dukungan sebuah perda. Di Kalsel contonya, seperti ada perda perlindungan hukum bagi masyarakat yang kurang mampu. Di sini perlu kehadiran pemerintah daerah untuk menginventarisasi karya-karya seni warisan budaya-budaya untuk segera didaftarkan.

“Sehingga jangan nanti setelah diambil atau dibajak orang baru ribut semuanya. Maka dalam hal ini bukan hanya lagu tetapi juga termasuk karya jurnalis, termasuk seperti undang-undang Sultan Adam,” imbuhnya.

Oleh karenanya politisi Gerindra ini mengharapkan juga kepada pihak Kementerian, untuk memberikan informasi kepada masyarakat di daerah, pentingnya soal hak cipta dan hak paten ini.

Pimpinan Ligelize IDN, M. Azmi Saipuddin menambahkan, sebetulnya perlindungan atas hak cipta karya dari almarhum H. Anang Ardiansyah ini, karena sudah terdaftar di Kemenkumham maka dari pewaris sudah memiliki perlindungan hukum selama 70 tahun ke depan.

Ketika nanti misalnya ahli waris ingin melakukan pengalihan ataupun keberlanjutan terkait adanya kepemilikan hak cipta atau ahli waris selanjutnya dari ahli warisnya sendiri yang saat ini terdaftar, itu bisa dilakukan penandatanganan ataupun pembuatan surat pernyataan pengalihan hak cipta tersebut.

Sehingga perlindungan terhadap hak cipta dari pada karyanya almarhum H. Anang Ardiansyah akan terus dimiliki oleh keluarga besar dari Almarhum.

“Harapannya, agar pemerintah dalam hal ini turut mengayomi. Jadi istilahnya pemerintah tidak bisa sendiri, artinya pemerintah yang memiliki kewenangan bisa berkolaborasi dengan pihak non pemerintah seperti MLS Foundation, ini sudah kita mulai. Artinya kita bangga ada orang yang peduli. Selanjutnya pemerintah harus turut mengayomi lagi secara serius dan harus ada langkah-langkah yang harus dilakukan,” tandasnya.

Ahli waris Alm. H. Anang Ardiansyah, H. Riswan Irfani mengatakan, ada 103 lagu ciptaan Alm, tetapi yang populer ada puluhan dan yang paling populer Paris Barantai ini.

“Kemarin kita konsultasi dengan beberapa pihak, kenapa harus lagu Paris Barantai dan Kembang Goyang. Menurutnya, Paris Barantailah yang banyak dipakai orang di YouTube. Ini sangat krusial, jangan sampai kita biarkan lagu diambil alih oleh daerah orang lain, soalnya sudah ada orang yang melakukannya. Iramanya sama persis, liriknya diganti dengan bahasa daerah umum. Jadi istilahnya orang sudah tahu kenapa lagunya dirubah kayak gini. Jadi itu yang harus kita selamatkan dulu, yang lain pelan-pelan, karena lagu Paris Barantai ini jadi aset daerah,” ungkapnya.

Saat ini semua karya lagu masih dalam proses inventarisir dan sedang menunggu adanya surat konfirmasi pencatatan, “Mungkin nanti In Sya Allah antara bulan ini atau bulan depan untuk empat lagi yang memang sedang proses pendaftaran dari karya almarhum H. Anang Ardiansyah dapat juga diserahkan kepada ahli waris. Seperti lagu Kakamban Habang, Pangeran Suriansyah, Sanja Kuning dan Ading Bastari,” pungkasnya. (Ais/Mzr).

Check Also

Meriahkan HUT ke-15, DPD Gerindra Kalsel Gelar Senam Zumba Party

Banjarmasin, mediaprospek.com – Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel, Hj. Mariana menggelar senam zumba di Halaman …