Buka Puasa mahasiswa RI di Singapura. (Foto: Dok Fahrulia Rahmania Farid)

Duh..Mahasiswa Indonesia di Singapura Wajib Pesan Tempat Dulu ntuk Salat di Masjid

Jakarta, Mediaprospek.com – Mahasiswa Indonesia yang tersebar di berbagai negara mendapatkan pengalaman yang unik-unik unik selama puasa Ramadan. Nah, salah satunya berikut cerita Fahrulia Rahmania Farid yang kuliah di Singapore Management University (SMU).

Di Singapura penerapan protokol kesehatan sangat disiplin untuk mencegah COVID-19. Sperti halnya di Indonesia, salah satunya dengan menjaga jarak antar jamaah masjid. Ini, pengakuan mahasiswa yang kerap disapa Rara ini.

“Di sini harus booking tempat dulu sebelum ke masjid. Sistemnya disediakan MUIS sehingga kita pasti dapat tempat jika datang ke masjid untuk salat,” kata Rara yang sedang menempuh pendidikan S1 saat diwawancara detikEdu Selasa (19/4/2022).

Sistem dari MUIS atau Majlis Ugama Islam Singapura meliputi nama masjid dan jenis salat yang ditunaikan. Seluruh masjid di Singapura terdaftar dalam sistem tersebut, sehingga jemaah bisa melihat sendiri kapasitas totalnya.

Jemaah dapat memilih masjid yang lain, jika kapasitas masjid tujuan semula telah terisi penuh. Calon jemaah tak perlu khawatir tidak kebagian tempat, akibat penerapan protokol kesehatan jaga jarak di suatu masjid.

Menurut Rara, sistem ini tidak diterapkan untuk semua salat. Sistem diterapkan pada salat yang melibatkan banyak jemaah, misalnya salat Jumat dan salat tarawih. Sedangkan untuk salat lain, jemaah bisa langsung datang ke masjid yang diinginkan.

Buka puasa Ramadan mahasiswa Indonesia di Singapura.Kajian Islam bersama muslim society di Singapura. Foto: Dok Fahrulia Rahmania Farid.

Singapura yang terkenal dengan disiplin dan kebersihannya, menerapkan kebijakan serupa pada muslim yang datang ke bazar atau buka puasa Ramadan. Semua sampah harus dibuang pada tempatnya sambil tetap menerapkan protokol kesehatan.

Buka puasa Ramadan mahasiswa Indonesia di Singapura.
Kajian Islam bersama muslim society di Singapura. (Foto: Dok Fahrulia Rahmania Farid)

“Kalau ada bazar, hidangan yang dibeli tidak langsung di makan. Biasanya dibungkus untuk dimakan di rumah. Untuk buka puasa bersama, saat ini sudah boleh kumpul 10 orang setelah sebelumnya hanya lima,” kata Rara yang mengambil jurusan sistem informasi ini.

Menurut Rara, protokol kesehatan yang diterapkan pada puasa Ramadan 2022 sebetulnya lebih longgar dibanding tahun sebelumnya. Masjid sudah bisa melaksanakan aktivitas khas Ramadan, misal bazar, setelah sebelumnya harus libur akibat COVID-19.

Meski menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin, Rara mengatakan tak ada masalah dengan pelaksanaan puasa Ramadan. Rara berharap bisa melaksanakan puasa Ramadan 2022 dengan baik, sambil terus menyelesaikan studinya.

(mzr/dtc)

Loading

Check Also

Liverpool di Puncak, Berikut Hasil Lengkap, Klasemen, dan Top Skor Premier League 2023/2024

Mediaprospek.com – Liga Inggris kali ini hanya memainkan satu pertandingan pekan ke-26 pada Kamis (22/2/2024) …