Lautaro Martinez (kanan) merayakan golnya bersama sang pemberi assist, Ivan Perisic, dalam duel Liga Italia antara Spezia vs Inter Milan di Stadion Alberto Picco (15/4/2022). (ALBERTO PIZZOLI/AFP)

Liga Italia: Saling Geser Puncak Klasemen Hanya 2 Jam, Inter Milan Sebelumnya Tekuk Spezia 3-1

Mediaprospek.com – Akhirnya gol dan assist Lautaro Martinez memastikan Inter Milan menghajar Spezia dengan skor 3-1dalam lanjutan pekan ke-33 Liga Italia di Stadion Alberto Picco, Jumat (15/4/2022).

Dengan kemenangan itu Inter Milan sempat menggeser AC Milan untuk naik ke puncak klasemen Liga Italia minimal selama 2 jam.

Lautaro Martinez menyumbang 1 gol dan 1 assist dalam 30 menit penampilannya saat Inter Milan bertandang ke markas Spezia.

Hasil ini meneruskan tren tripon Inter menjadi 3 kali beruntun untuk menggeser AC Milan sementara di puncak klasemen.

Jalannya Pertandingan

Inter Milan menghadapi bahaya lebih dulu saat Samir Handanovic harus mengeblok bola yang mengarah kepada Emmanuel Gyasi dalam situasi satu lawan satu.

Tim tamu sempat dibuat frustrasi dengan kesolidan Spezia yang menumpuk banyak pemain di area kotak penalti.

Hal ini membuat awak Nerazzurri menempuh cara alternatif dengan membidik gawang lewat percobaan jarak jauh.

Usaha Hakan Calhanoglu dengan cara ini hanya menghasilkan dua tembakan yang melayang dari sasaran.

Aksi blok krusial para pemain Spezia ampuh mencegah Inter bikin peluang-peluang berbahaya lebih banyak.

Inter Milan akhirnya memecah telur saat pertandingan berusia setengah jam melalui tendangan akurat pertamanya.

Berawal dari umpan Marcelo Brozovic kepada Danilo D’Ambrosio ke kotak penalti, bola dikembalikan lagi melalui umpan sundulan.

Gelandang Kroasia tersebut mengakhiri umpan satu-dua dengan tembakan kaki kiri yang deras menghunjam pojok atas gawang.

Bagi Brozovic, gol tersebut vital sebagai lesakan pertamanya di Liga Italia musim ini.

Terakhir kali dia menjebol gawang musuh saat bertemu AS Roma pada Mei 2021, atau 11 bulan silam.

Gol ini membuat Inter Milan lebih tenang mengontrol pertandingan.

Ada dua peluang tambahan via tembakan Joaquin Correa yang diblok lapisan pemain musuh di muka gawang dan tembakan lemah Denzel Dumfries.

Usaha itu tak mengubah hasil akhir babak pertama, tetap 1-0 buat Inter Milan.

Saat turun minum, statistik di Sofascore menunjukkan Nerazzurri unggul telak dalam penguasaan bola (70%) dan jumlah peluang (9 tembakan berbanding 2).

Start babak kedua, Spezia langsung ngebut dengan memberi tekanan ke pertahanan Inter selepas masuknya Kevin Agudelo.

Gelandang lincah Kolombia itu melepaskan operan yang diblok defender Inter, lalu berakhir dengan tembakan Rey Manaj yang ditangkap Handanovic.

Peluang emas Spezia datang lagi melalui sundulan flick Martin Erlic yang meleset tipis dari gawang setelah memanfaatkan korner.

Inter Milan gantian memperoleh kans bagus ketika tembakan Nicolo Barella meleset tipis saja setelah mengecoh bek-bek musuh.

Masuknya Lautaro Martinez pada menit ke-60 menambah daya gedor Inter Milan.

Peluang pertamanya melalui tembakan voli melenceng tipis saja dari gawang.

Hanya berselang dua menit, Martinez akhirnya benar-benar mencatatkan namanya di papan skor.

Umpan brilian Ivan Perisic dari sisi kiri dibelokkan Martinez dengan sodokan kaki yang bikin bola bersarang ke jala.

Gol ini lahir dari hanya 5 sentuhan yang diawali lemparan Handanovic kepada Barella, Barella ke Alexis Sanchez, Sanchez ke Perisic, hingga umpan Perisic dituntaskan Martinez.

Menjelang menit-menit penutup, Inter Milan kebobolan dari gol tembakan Giulio Maggiore sedikit di luar kotak penalti.

Skor 1-2 membuat Spezia ngotot mencari gol penyeimbang.

Namun, malah Inter yang mengunci tripoin via gol Alexis Sanchez setelah meneruskan assist Martinez di ujung laga.

Hasil ini membawa Inter Milan menggeser AC Milan untuk menduduki puncak klasemen Liga Italia, minimal 2 jam sebelum Rossoneri kelar hadapi Genoa.

Hasil Pertandingan

Spezia 1-3 Inter Milan (Giulio Maggiore 88’/Marcelo Brozovic 31′, Lautaro Martinez 74′, Alexis Sanchez 90+4′)

Susunan Pemain

Spezia (4-2-3-1): 94-Ivan Provedel; 27-Kelvin Amian, 28-Martin Erlic, 43-Dimitrios Nikolaou, 13-Arkadiusz Reca (21-Salvador Ferrer 37′); 14-Jakub Kiwior, 25-Giulio Maggiore; 11-Emmanuel Gyasi, 8-Viktor Kovalenko (33-Kevin Agudelo 46′), 20-Simone Bastoni (10-Daniele Verde 60′); 9-Rey Manaj (18-Mbala N’Zola 60′ [22-Janis Antiste 70′]).

Pelatih: Thiago Motta

Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 33-Danilo D’Ambrosio, 37-Milan Skriniar, 95-Alessandro Bastoni (6-Stefan de Vrij 82′); 2-Denzel Dumfries (36-Matteo Darmian 75′), 23-Nicolo Barella, 77-Marcelo Brozovic, 20-Hakan Calhanoglu (22-Arturo Vidal 75′), 14-Ivan Perisic; 19-Joaquin Correa (7-Alexis Sanchez 60′), 9-Edin Dzeko (10-Lautaro Martinez 60′).

Pelatih: Simone Inzaghi

Wasit: Fabio Maresca

(mzr/bsc)

Check Also

Final Liga Champions: Mantan Pemain Penyerang Liverpool dan Real Madrid Sebut Eksploatasi Vinicius

Mediaprospek.com – Mantan penyerang Liverpool dan Real Madrid Michael Owen memperkirakan jalannya pertandingan final Liga …