Patung burung Enggang sebagai ikon Pulau Burung (Foto/Mzr)

Destinasi Wisata Pulau Burung Perlu Lebih Dikembangkan Lagi

Banjarmasin, mediaprospek.com – Penasaran dengan tempat wisata pulau burung yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu, usai studi komparasi Setwan Kalsel di Diskominfo, setelah sholat jumat mengunjungi tempat ini.

Perjalanan menuju pulau burung yang membawa rombongan Setwan DPRD Kalsel dengan mengikutsertakan 25 wartawan press room DPRD Kalsel harus menggunakan perahu bermesin besar menyusuri selat pulau laut dengan lama waktu setengah jam perjalanan. Dalam menyurusi selat terasa keseruan tersendiri.

Setelah sampai di pulau burung rombongan menaiki dermaga, terlihat patung burung Enggang (orang banjar menyebut) sebagai simbol pulau burung menyambut kedatangan kami.

Di dalam benak timbul pertanyaan, apakah penamaan pulau burung ini dikarenakan banyak burungnya (burung Enggang) atau hanya sekedar nama pulau saja. Setelah kami melihat-lihat dengan menapaki jalan titian yang terbuat dari ulin mengelilingi pulau nampak agak sepi, mungkin karena habis sholat Jum’at kali ya, tidak terlihat burung-burung. Pulau ini dikelilingi pohon Bakau (Mangrove) dan ada dilakukan penanaman bibit pohon Bakau, beberapa tempat berfoto selfie dan peristirahatan serta beberapa warung makanan.

Menurut Ibu Irwani warga setempat keturunan suku Bugis, yang punya warung makanan dan minuman ini, Ia mengaku tidak mengetahui sejarahnya, mengapa pulau ini dinamakan pulau burung. “Sudah sejak dahulu orang bahari menamakannya pulau burung,” katanya, Jumat (25/03/22).

Menurutnya, sebelum masa pandemi covid-19 banyak sekali kunjungan wisatawan lokal setiap harinya, terutama pada hari sabtu dan minggu.
“Ada sekitar 300 orang yang berwisata di pulau ini pada hari sabtu dan minggu, namun pada masa pandemi tempat ini ditutup, baru-baru ini buka dan minggu kemaren hanya ada sekitar 50 orang pengunjung saja,” ujarnya.

Pengunjung menjadikan tempat wisata pulau burung ini sebagai tempat jalan-jalan, seperti halnya tempat wisata bincau di kabupaten Banjar.

Harga tiket memasuki pulau sebesar Rp.10 ribu dengan menyewa perahu mesin Rp.20 ribu pulang pergi (PP).

Warung-warung tempat makanan dan minuman dibangun oleh warga desa dengan menggunakan dana desa.
“Yang kami inginkan agar tempat ini lebih menarik adalah supaya bisa dibangunkannya lebih banyak lagi tempat-tempat berfoto selfie dan ditambahnya lagi warung-warung makanan,” ungkapnya.

Kadis Kominfo H. Ardiansyah, mengatakan, untuk mempromosikan pulau burung, pihaknya sering menggelar event-event di pulau burung. Namun karena keterbatasan personil, tidak dapat berbuat banyak. Caranya, hanya dengan menggandeng pihak media setempat agar dapat mempublikasikannya.

“Karena keterbatasan, kami meminta teman-teman media mempublikasikan agar destinasi wisata yang ada di kabupaten Tanah Bumbu ini, seperti air terjun, pantai, goa dan banyak lagi lebih dikenal oleh masyarakat Kalsel,” katanya.

Diketahui, warga desa di pulau burung semuanya keturunan suku Bugis, dengan jumlah penduduk sebanyak 200 KK yang terbagi dalam dua RT.
Karena sempitnya waktu dan kelelahan, kami tidak sempat menaiki pulau ini untuk mengekplore lagi daya tariknya pulau burung ini dan akhirnya kami memutuskan untuk pulang. (Ais/Mzr).

Check Also

9 kali WTP, Kalsel masih Mempunyai PR

Banjarmasin, mediaprospek.com – Ketua DPRD Kalsel DR (HC) H. Supian, HK, S.H, M.H, mengucapkan rasa …