Ilustrasi batuk berdahak. (Shutterstock/Pixel-Shot)

Ada 5 Penyebab Batuk yang Lama Diidap Penderita, Apa Saja Ya…

MediaProspek.com – Mungkin anda pernah mengalami batuk yang lama berhentinya? Gejala ini disebut batuk persisten atau batuk kronis yang memang terasa mengganggu. Seringkali, hal tersebut membuat otot dada terasa nyeri dan kualitas tidur terganggu.

Bahkan, batuk seringkali membuat kita sulit menahan keinginan buang air kecil sehingga aktivitas dan kualitas hidup kita terganggu. Batuk persisten bisa terjadi selama delapan minggu atau lebih.

Batuk yang terjadi bisa berupa batuk kering atau berlendir. Seringkali, batuk persisten terjadi karena ada kondisi medis yang jadi pemicunya. Dengan menemukan apa penyebabnya, kita bisa menjadi lebih mudah untuk mengobatinya.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab batuk persisten. Berikut penyebab tersebut:

1. Asma Asma dapat menyebabkan batuk persisten dan memicu seperti nyeri dada dan sesak napas. Gejala ini umumnya akan muncul bersamaan saat asma sedang kambuh.

2. GERD Gastroesophageal reflux disease (GERD) dapat menyebabkan batuk kronis dan persisten. Beberapa orang tidak memiliki gejala khas seperti heartburn, dan satu-satunya gejala mungkin batuk kronis. Batuk karena GERD biasanya semakin memburuk di malam hari setelah berbaring di tempat tidur.

3. Bronkitis eosinofilik Bronkitis eosinofilik adalah penyebab umum batuk kronis (jangka panjang). Kondisi ini ditandai dengan peradangan saluran dan peningkatan eosinofil di paru-paru. Bronkitis eosinofilik disebabkan oleh reaksi sel imun.

4. Kanker paru-paru Sekitar dua persen orang yang mengalami batuk persisten terdiagnosis kanker paru-paru. Dan sekitar 57 persen orang yang menderita kanker paru-paru mengalami batuk. Ciri-ciri batuk yang berhubungan dengan kanker paru-paru bisa sulit dibedakan dari batuk karena penyebab lain.

5. Sarkoidosis Sarkoidosis adalah penyakit peradangan yang menghasilkan gumpalan sel (granuloma) di berbagai organ dan jaringan seluruh tubuh—paling sering paru-paru. Meski penyebab pastinya tidak diketahui, para peneliti menduga bahwa sarkoidosis berkembang ketika sistem kekebalan orang yang rentan secara genetik merespons sesuatu di lingkungan.

Selain batuk persisten, penderita sarkoidosis juga bisa mengalami gejala demam, kelelahan, dan penurunan berat badan drastis.

(mzr/kcm)

Loading

Check Also

Jelang Tur Pramusim ke Klub di Amerika Serikat, Pelatih Barcelona Hansi Flick Didamping Thiago Alcantara

Mediaprospek.com – Thiago Alcantara segera kembali ke dunia sepak bola usai Barcelona mengkonfirmasi bahwa dia …