Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Kini Minyak Goreng Satu Harga 14 Ribu/Liter dan Syarat Ekspor CPO Diterapkan

MediaProspek.com – Seluruh minyak goreng, baik kemasan premium maupun kemasan sederhana akan dijual setara, seharga Rp 14.000 per liter. Eksportir CPO juga diwajibkan melaporkan atau mencatatkan pemenuhan kebutuhan domestik agar ekspor. Demikian pemerintah menggulirkan kebijakannya.

Melalui kebijakan itu, seluruh minyak goreng, baik kemasan premium maupun kemasan sederhana akan dijual setara, seharga Rp 14.000 per liter, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, serta usaha mikro dan kecil.

Dikutif dari Kompas.id, pemerintah juga mewajibkan eksportir minyak kelapa sawit mentah (CPO), refined bleached and deodorized palm olein (RBD Palm Olein), dan used cooking oil (UCO), melaporkan atau mencatatkan pemenuhan kebutuhan domestik untuk mendapatkan persetujuan ekspor (PE).

Kedua regulasi itu akan berlaku selama enam bulan. Pemerintah akan mengevaluasinya dan jika masih diperlukan, kebijakan dan regulasi itu bisa diperpanjang

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Selasa (18/1/2022), mengatakan, pada awal penerapan kebijakan itu, penyediaan minyak goreng satu harga akan dilakukan melalui ritel modern yang menjadi anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Adapun untuk pasar tradisional, akan diberikan waktu satu minggu untuk menyesuaikan.

“Kebijakan ini telah disosialisasikan kepada semua produsen minyak goreng dan ritel modern. Hingga kini, 34 produsen minyak goreng telah menyampaikan komitmennya untuk berpartisipasi dalam penyediaan minyak goreng kemasan dengan satu harga bagi masyarakat,” ujarnya dalam telekonfrensi pers di Jakarta.

“Permintaan produksi minyak goreng kemasan sederhana bersubsidi yang cukup besar dapat menyedot kapasitas produksi kemasan premium. Subsidi minyak goreng premium ini juga tetap berdasarkan selisih harga keekonomisan dan HET. Harga keekonomisan tersebut akan ditinjau dna ditetapkan setiap bulan seiring dengan pergerakan harga CPO,” kata dia.

Harga keenomisan minyak goreng kemasan sederhana dan premium untuk periode bulan ini, ditetapkan sama, yaitu Rp 17.000 per liter. Jadi jika HET-nya Rp 14.000 per liter, pemerintah akan menutup selisihnya sebesar Rp 3.000 per liter.

Dihubungi terpisah, Lutfi menjelaskan, harga keenomisan minyak goreng kemasan sederhana dan premium untuk periode bulan ini, ditetapkan sama, yaitu Rp 17.000 per liter. Jadi jika HET-nya Rp 14.000 per liter, pemerintah akan menutup selisihnya sebesar Rp 3.000 per liter.

“Dengan harga keenomisan itu, produsen minyak goreng premium juga masih untung. Namun keuntungannya yang semula besar, sekarang kecil sekali,” kata dia. (mzr/kcm)

Check Also

Kylian Mbappe Perpanjang Kontraknya di PSG Karena Masih Terobsesi Gelar Juara Liga Champions

Jakarta, Mediaprospek.com – Trofi ‘Si Kuping Besar’ alias piala Liga Champions jadi obsesi penyerang Paris …