Ketua Tim Percepatan Pemekaran Kabupaten Gambut Raya, Gusti Abidinsyah, (Foto/Eef)

Bupati Banjar Sambut baik Aspirasi Masyarakat mengenai Pembentukkan Kabupaten Gambut Raya

Banjarmasin, mediaprospek.com–Bupati Banjar H. Saidi Mansyur menyambut baik dengan adanya tuntutan masyarakat Gambut terhadap pemekaran kabupaten Banjar yaitu dengan dibentuknya kabupaten baru Gambut Raya. Pemekaran ini dinilai oleh sangat dipenting oleh masyarakat karena untuk percepatan pembangunan dan nantinya pemekaran akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Walau belum pasti, Bupati telah menyambut baik dengan adanya aspirasi masyarakat Gambut ini dan akan memproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Nanti proses itu akan  melibatkan pemerintah sendiri,” kata Ketua Tim Percepatan Pemekaran Kabupaten Gambut Raya, Gusti Abidinsyah kepada Prospek, usai rapat paripurna DPRD Kalsel, Rabu, (12/1/22) di Banjarmasin.

Saat ini Tim masih menunggu progresnya dari Pemerintah Kabupaten Banjar dan DPRDnya. “Jadi tinggal menunggu rekomendasi dan kita sudah menyampaikan surat serta hasil kajian sambil menunggu proses selanjutnya,” jelas Gusti Abidinsyah.

Gusti Abidinsyah mengharapkan aspirasi masyarakat sejak tahun 1990 han tersebut, harus dilihat dari pendekatan untuk kesejahteraan masyarakat, bukan dilihat dari segi kepentingan peribadi atau golongan.

“Hasilnya rekomendasi kita serahkan kepada mereka, apakah disetujui atau tidak, dengan harapan bahwa ini adalah benar-benar aspirasi masyarakat, bagaimanapun juga cara memandangnya harus dilihat dari pendekatan untuk kesejahteraan masyarakat,” jelas Gusti Abidinsyah

” Selama ini kita ketahui banyak keluhan-keluhan dari masyarakat karena jauhnya jarak dari kecamatan Gambut menuju kota Martapura kabupaten Banjar ini dalam memperoleh akses pelayanan dan juga banyaknya program-program yang tidak sampai ke daerah-daerah yang jauh. Nah untuk itu sehingga diperlukan percepatan pembangunan dengan adanya pembentukkan kabupaten baru,” terang Gusti Abidinsyah.

“Peluangnya, lanjut Gusti Abidinsyah, sangat memadai, namun ini kan masih kajian awal, nanti ketika sampai ke Mendagri, Mendagri pun akan membuat Tim kajian secara komprehensif, apakah perlu pembentukkan kabupaten baru atau tidak,” kata Gusti Abidinsyah.

Sampai sekarang ini masalah pembentukkan Kabupaten Gambut Raya isunya masih simpang siur. Dibandingkan dengan yang baru-baru ini seperti adanya pembentukkan kabupaten Tanah Katambanglima di Kotabaru, progresnya direspon Bupatinya, dibanding Gambut Raya, inikan masalahnya sama, sehingga perlu perhatian,” ujar Gusti Abidinsyah.

“Jadi sebenarnya maksud kita ke Bupati Kab. Banjar bersama DPRDnya, adalah bagaimana melihat Katambanglima itu bisa direkomendasi, walaupun mereka tanpa kajian. sedangkan kitakan jelas ada kajiannya yang mendukung dan memenuhi syarat. Katambanglima ini belum ada kajiannya, tetapi Bupati dan DPRD nya  sudah merekomendasi,” ungkap Gusti Abidinsyah.

“Oleh karenanya  mari kita lihat sama-sama, artinya pendekatannya adalah untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan golongan. Kita peribadi tidak ada masalah, bukan tujuan untuk jadi Bupati, bagaimanapun kesejahteraan masyarakat yang kita utamakan. Persoalan menjadi Bupati, siapapun boleh. Yang penting satu syaratnya, untuk kesejahteraan masyarakat,” tandas Gusti Abidinsyah.

Melihat potensi PADnya, jika sudah terbentuk kabupaten Gambut Raya, secara kasat mata berimbang saja, karena di kabupaten Banjar masih ada tambang, sedangkan di Gambut Raya hanya mengandalkan pajak saja.

“Nah kalau di sana jelas ada tambang dengan  14 kecamatannya,  sedangkan kita hanya enam kecamatan dengan mengandalkan pajak saja. Dilihat dari segi pembangunannya, memang lebih cepat di Gambut Raya, karena memang hanya ada enam kecamatan saja. Jadi kita mohon kepada Bupati dan Ketua DPRDnya, marilah sama-sama melihatnya melalui pendekatan kesejahteraan masyarakat,” imbuh Gusti Abidinsyah.

“Terkait moratorium, sebenarnya kalau menurut saya tidak ada masalah, tapi kita dalam hal ini harus menyiapkan lebih dahulu. Karena kalau setelah moratorium itu dibuka, baru kita menyiapkan, akan memakan waktu yang sangat panjang. Nanti tutup lagi dan juga melihat kondisi sekarang tidak mungkin akan secepat itu. Persoalannya karena kondisi pendapatan dan keuangan negara yang masih menurun. Oleh sebab itu, pemekaran akan memakan waktu yang cukup lama, tetapi kita berharap tiga tahun ke depan akan bisa dibuka lagi dan ekonomi kita sudah bisa membaik, sehingga aspirasi masyarakat ini bisa terwujud,” pungkas Gusti Abidinsyah. (Ais/Mzr).

Loading

Check Also

Asia Hanya Diwakili Jepang, Ini 25 Negara Penduduknya Paling Ramah di Dunia

Jakarta, Mediaprospek.com – Mengutip dari Travel + Leisure, Rabu (17/7/2024) yang berdasarkan sebuah studi terbaru, …