PLTU Asam Asam #Unit 2 (PLN Kalselteng)

Adaro Pasok Batu Bara ke PLTU yang Terancam Padam

MediaProspek.com – Stok batu bara di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menipis hingga terancam stop operasional.

Dinyatakan bahwa, PLN hingga hingga Senin (3/1/2021) telah mendapatkan tambahan komitmen pasokan batu bara untuk bulan Januari 2022 sebesar 3,2 juta ton dari total rencana 5,1 juta ton.

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) merupakan salah satu perusahaan yang memberikan tambahan pasokan batu bara. Head of Corporate Communication PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Febriati Nadira mengatakan, Adaro selalu patuh dan mengikuti aturan yang berlaku, termasuk peraturan mengenai ketentuan Domestic Market Obligation (DMO).

“Mematuhi peraturan ketentuan DMO serta memenuhi kebutuhan dan pasokan batu bara untuk dalam negeri merupakan prioritas Adaro,” kata Febriati seperti dikutip dari KONTAN, Selasa (4/1/2022).

Menurutnya, sepanjang 2021 jumlah DMO batu bara Adaro sekitar 11,1 juta ton. Realisasi penjualan domestik pada bulan Januari-Oktober 2021 sebesar 9,69 juta ton. Dengan tambahan penjualan di November dan Desember 2021, maka estimasi total penjualan batubara ke domestik untuk tahun 2021 adalah 26 persen-27 persen dari total produksi.

“Saat ini, Adaro mendapatkan penugasan tambahan sebanyak 500.000 ton dan sudah bersepakat dengan Kementerian ESDM serta PLN untuk segera dipenuhi,” ujar

Agung Murdifi, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN menjelaskan, tambahan komitmen pasokan batu bara sebesar 3,2 juta ton didapat dari para pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Dengan kondisi pasokan yang belum sepenuhnya aman, PLN akan memprioritaskan penyaluran batu bara bagi pembangkit-pembangkit listrik dengan level Hari Operasi-nya (HOP) rendah. Pengiriman dan pembongkaran batu bara yang dilakukan PLN telah dilakukan dengan cepat, efisien dan efektif untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Namun PLN menegaskan bahwa masa kritis ini belum terlewati. PLN mengerahkan semua sumber daya yang dimiliki dan menjalin koordinasi dengan Kementerian ESDM serta para pemangku kepentingan lainnya yang terkait rantai pasok batu bara. Hal ini dilakukan demi mengamankan pasokan batu bara hingga mencapai minimal 20 HOP.

Pemerintah telah menegaskan bahwa kebutuhan batu bara untuk seluruh pembangkit listrik PLN merupakan kepentingan nasional yang harus didahulukan oleh setiap pemegang IUP dan IUPK. (ht/mzr/kcm)

Loading

Check Also

Sepeda Listrik Marak Versus Motor Listrik yang Wajib Ber-STNK

Jakarta, Mediaprospek.com – Fenomena baru terjadi, sepeda listrik sekarang digemari masyarakat Indonesia yang keberadaannya mulai …