Anggota DPRD Kalsel H. Hasanuddin Murad, S.H, M.H, saat menjelaskan Perda nomor 6 tahun 2017 mengenai penyelenggaraan penanggulangan bencana di kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala, Selasa, (21/12/21), (foto/Mzakir)

Hasanuddin Murad Harapkan Para Relawan dan BPK Pahami Perda Penanggulangan Bencana

Banjarmasin, mediaprospek.com—Banjir yang setiap tahunnya melanda sebagian wilayah Kalsel termasuk wilayah kabupaten Barito Kuala (Batola), membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Kalimantan Selatan, daerah pemilihan (dapil) Batola, H. Hasanuddin Murad, S.H, M.H, menggelar sosialisasi perda (sosper) nomor 6 tahun 2017 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana, dengan mengundang para relawan dan para barisan pemadam kebakaran (BPK) yang berada di wilayah kabupaten Batola, bertujuan agar para relawan dan BPK memahami perda tersebut, yang isinya mengatur prosedur penanggulangan bencana dan lain sebagainya jika terjadi bencana di wilayahnya masing-masing, Selasa (21/12/21), di Handil Bakti.

“Pada hari ini kita undang para relawan dan BPK pegiat penanggulangan bencanan untuk berhadir agar lebih mengetahui tentang prosedur dan aturan-aturan main terkait masalah bagaimana penyelenggaraan penanggulangan bencana di dalam peraturan daerah provinsi Kalimantan Selatan. Kita ingin agar mereka lebih memahami lagi, sehingga secara prosedur dan lain-lain sebagainya mereka paham dan mengetahui ke mana mereka harus mengadukan persoalannya tatkala terjadi ada bencana di wilayahnya masing-masing,” jelas H. Hasanuddin Murad.

Mengenai keluhan-keluhan masalah pendanaan operasional para relawan dan BPK, H. Hasanuddin Murad, menanggapi,  “Hal itu dapat diatasi melalui dana desa, selain itu juga bisa dari dana kabupaten yang memang memungkinkan dan selebihnya juga melalui CSR, yang memungkinkan mereka dapat berpartisipasi dalam upaya untuk membina para relawan agar terus tetap bersemangat, sehingga mereka semakin bersemangat dalam mengatasi  persoalan-persoalan terkait dengan masalah bencana,” ujar H. Hasanuddin Murad.

Para Relawan dan BPK se-Batola yang hadir dalam sosper terkait penanggulangan bencana, (foto/mzakir)

“Dukungan dari Dewan sendiri adalah dalam waktu segera pemerintah provinsi agar bisa memahami kondisi dari para anggota dewan yang kadang-kadang saat melakukan reses, saat melakukan sosialisasi peraturan daerah, selalu akan berhadapan dengan berbagai persoalan di masyarakat yang kaitannya tentu saja masalah-masalah yang memerlukan pendanaan,” tandas H. Hasanuddin Murad.

“Oleh karena itu kita harapkan dana pokok-pokok pikiran (pokir) dari anggota dewan juga menjadi prioritas dari pemerintah provinsi untuk selalu dapat mengalokasikannya, sehingga dengan mudah kami juga bisa mengatasi segala persoalan yang diajukan masyarakat,” pungkas H. Hasanuddin Murad.

Salah satu nara sumber yang dihadirkan dalam sosper ini, Sumarno, yang sudah menjalani masa purna tugas kepala BPBD Batola, mengatakan, untuk tahun 2021 ini Kabupaten Barito Kuala dengan banyaknya berbagai macam bencana, terutama pada musim hujan, pemerintah daerah sudah menetapkan status siaga darurat bencana banjir, cuaca ekstrim dan angin puting beliung.

Sumarno menjelaskan, untuk penanganan pada saat ini yang sudah berapa hari ini terjadi banjir rob atau gelombang pasang melanda beberapa desa atau wilayah di Kabupaten Barito Kuala, terutama masyarakat yang bertempat tinggal di pinggir-pinggir sungai Barito sudah mulai terdampak.

“Banjir rob ini datangnya cepat dan turunnya cepat juga karena pasang surut. Yang perlu diperhatikan adalah daerah-daerah yang di pinggir sungai Barito mulai dari Tabunganen, Tamban, Mekar Sari, Alalak sampai ke Marabahan dan Tabukan, itu memang ada potensi banjir rob tersebut,” sebut Sumarno.

Para Relawan dan BPK se-Batola yang hadir dalam sosper terkait penanggulangan bencana, (foto/mzakir)

“Untuk banjir kiriman, karena banjir di Barito Kuala ini hanya ada dua, yang satu banjir rob, yang satunya banjir kiriman datangnya dari kabupaten yang daerahnya pegunungan yaitu daerah Kab. Banjar, Kab. Tapin dan Hulu Sungai. Itu daerah-daerah kemungkinan yang bisa menjadi sumber dari pada banjir di wilayah kabupaten Barito Kuala ini,” jelas Sumarrno.

Sumarno melanjutkan, sementara ini untuk gelombang pasang ini belum ada masyarakat yang perlu bantuan pengungsian dan hanya terendam beberapa jam, mungkin dua atau tiga jam saja sehingga belum perlu dievakuasi dan pemerintah daerah belum menyiapkan tempat-tempat pengungsian. Tetapi untuk pada saat ini tetap kita pantau, sebabnya prediksi-prediksi ini kadang bisa lepas, karena memang puncak musim banjir ini kemungkinan bulan Desember 2021 ini dan Januari 2022 nanti. “Nah itulah yang harus kita waspadai,” tukasnya.

“Mengenai anggaran kebencanaan untuk setiap tahunnya di BPBD Batola kurang lebih dari pada Rp3milyar, hanya sedikit dibandingkan dengan dinas instansi lain dan karena juga kebencanaan ini tidak hanya BPBD saja yang menangani, tetapi juga melibatkan steakholder-steakholder dengan dinas instansi lain, kita hanya sebagai koordinator saja di dalam penanggulangan bencana,” akhir Sumarno. (Ais/Mzr)

Loading

Check Also

Gol Salto Junior Lionel Messi di Timnas Argentina Raih Terbaik di Liga Inggris 2023-2024

Mediaprospek.com – Gol Alejandro Garnacho tercipta saat Manchester United bertamu ke Everton pada pekan ke-13 …