Muhammad Yani Helmi anggota Komisi II DPRD Kalsel saat menyampaikan hasil reses, Kamis, (11/11/21) siang.

Fokus Soroti Kepunahan Hutan Mangrove, Paman Yani Desak Pemprov Lakukan Restorasi

Banjarmasin, mediaprospek.com—Kondisi hutan Mangrove di sepanjang pesisir pantai Pagatan mengalami kerusakan yang sangat parah. Hal ini disebabkan karena ulah para petambak-petambak luar yang datang membuka lahan. Ada Eksodus yang datang membuka lahan di pesisir pantai yang dulunya ada pohon-pohon bakau sekarang telah menjadi tambak-tambak yang menghasilkan pendapatan bagi mereka.

Hal itu diungkapkan Muhammad Yani Helmi anggota Komisi II DPRD Kalsel yang akrab disapa Paman Yani,  saat  menyampaikan hasil reses delapan hari di 16 desa di kecamatan Kelumpang Selatan,  Kabupaten Kotabaru, Kamis, di Banjar masin, (11/11/21) siang.

Menurut Paman Yani, telah Ia sampaikan pada rapat bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kalsel, Dinas Perikanan, Dinas Kehutanan, Bappeda, BKSDA, dan DAS Barito, supaya agar benar-benar ada restorasi hutan magrove yang ada di Kalimantan Selatan khususnya di Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Restorasi sangat penting dilakukan karena air laut tiga sudah sampai lima kilo meter naik ke daratan pesisir. Oleh karenanya sangat diperlukan kepedulian dari pemkab setempat dan hal ini tidak bisa dilakukan sendiri. Penanganannya harus ada kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemprov dan Pemkab, sehingga bisa terlaksana dengan baik.

“Jika hal ini dibiarkan maka akan terjadi rob, seperti di Kalimantan Barat (Kalbar) di kota ketapang yang juga sama terjadi di pulau Jawa seperti kota Cerebon, Demak, Semarang di mana daerah tersebut daratan pantainya sudah jadi lautan. Akankah kita akan seperti itu, kan tidak, maka Pemprov harus mengambil tindakan dan direspon oleh Pemkab dan Pemerintah Pusat yang juga harus punya komitmen untuk membantu restorasi pesisir ini,” katanya.

“Tentang pengelolaan pesisir pantai dan laut, jika ada peraturan seperti, Perpu, Permen, Perda, Pergub, Perbup, yang menyatakan bahwa itu adalah cagar alam, kenapa hal itu tidak ditindaklanjuti, seharusnya kan pemerintah hadir di situ dan itu sudah saya sampaikan kemaren pada saat rapat bersama itu,” tambahnya.

“Kalau kita tegak lurus dengan peraturan, maka orang tidak akan berani eksodus ke situ, jika ini dikembangkan maka akan sampai ke Tabonio, untuk Kotabaru saja, kerusakannya sudah sangat parah di sepanjang pantai Pagatan,” ungkapnya.

“Yang kita kuatirkan hari ini adalah pertanian, karena Kalimantan Selatan adalah penyangga Ibukota Negara (IKN), jika dibiarkan terus-menerus maka akan berakibat gagal panen dan terjadi fuso ,” imbuhnya.

“Ini yang tidak diinginkan bahwa para petani dan pekebun hancur gara-gara daratan tergerus air lautan yang akhirnya akan menimbulkan konflik sosial. Yang punya pertanian, perkebunan tidak terima dengan ulah para masyarakat petambak dari luar dan saya sudah sampaikan kepada pemerintah, bahwa ini nantinya akan terjadi benturan dan harus segera ditinjaklanjuti. Kalau itu memang itu cagar alam kasih saja pelang dan koordinasikan dengan polsek atau polres setempat, yang menyatakan jika ada yang merusak maka ia harus bertanggungjawab,” paparnya.

Dengan adanya desakan dari Paman Yani untuk merestorasi pesisir pantai, Pemprov Kalsel akhirnya mengambil sikap untuk pemulihan dengan menganggarkannya di tahun-tahun depan dan mudahan ini gayung bersambut dengan pemerintah pusat.

“Karena saya mendengar bahwa hal itu akan ditarik, di mana Pemerintah Pusat punya bibit untuk melakukan penanaman dan mudahan hal ini bisa segera diatasi,” pungkasnya. (Ais/Mzr).

Loading

Check Also

Malam Ini Hingga Dini Hari Esok, Kroasia Vs Albania dan Jerman Vs Hungaria di Fase Kedua Piala Eropa 2024

Munich, Mediaprospek.com – Tak terasa bagi penggemar sepak bola yang kini tertuju di pertandingan Piala …