Hari ini Pansus Raperda Dana Cadangan Pilkada Laksanakan Finalisasi

Finalisasi : Ketua Pansus Raperda dana cadangan Pilkada, Burhanuddin, menjelaskan kepada wartawan mengenai Finalisasi Raperda Dana Cadangan Pilkada 2024, (Foto/Mzr)

Banjarmasin, mediaprospek.com—Untuk pembahasan Rancangan peraturan daerah (Raperda) dana cadangan pemilhan kepala daerah (Pilkada),  Panitia Khusus (Pansusu) II DPRD Kalsel mengundang lima dinas di lingkungan SKPD Pemprov Kalsel yaitu BAKEUDA, Kabag Keuangan, Inspektorat, Biro Hukum dan Kesbangpol yang pada hari ini, Senin, (1/11/21) telah selesai dilakukan Finalisasi. Selanjutnya tinggal penyusunannya untuk diajukan ke pusat dan pengesahannya saja lagi.

Ketua Pansus Raperda dana cadangan Pilkada, Burhanuddin, kepada Prospek, mengatakan, kenapa hari ini dilaksanakan finalisasi, karena ada ketentuan undang-undang yang mengatur yang mensyaratkan finalisasi jangan sampai melewati pada tanggal 25 Nopember ini, di mana Raperdanya harus sudah menjadi Perda, jika melewati batas itu, maka akan menimbulkan masalah-masalah dan kendala-kendala.

“Sehingga diminta agenda rapat kerja pada hari ini adalah finalisasi, Alhamdulillah dari finalisasi tadi, karena Raperda ini dari pihak eksekutif, maka kita tidak memakai staf ahli dan tadi langsung dari Biro Hukum,” kata Burhanuddin.

Burhanuddin menandaskan, Biro Hukum sudah dapat menyampaikan, dalam rangka persiapan, anggaran dilakukan dengan berjenjang, yakni berdasarkan dengan PP nomor 16 maupun dengan Permendagri nomor 44.  Kemudian ada perubahan dengan Permendagri nomor 51, bahwa memang diharuskan dalam rangka penganggaran, apabila anggaran tidak mencukupi akan dilakukan penambahan dengan cara bertahap.

“Jadi penggelontoran dana pilkada dilakukan bertahap di tahun 2022 ada Rp100 milyar, tahun 2023 Rp100 milyar dan tahun 2024 Rp200milyar, total Rp400milyar. Kalau dibandingkan dengan pelaksanaan Pilkada yang lalu, hampir separuh nilainya, karena dulu itu totalnya ada Rp320milyar. Persiapan Pilkada dulu itu Rp270milyar, kemudian untuk tambahan di KPU dan Bawaslu ada Rp50milyar. Jadi total keseluruhannya ada Rp320milyar persiapan,” papar Burhanuddin.

Sekarang yang akan datang karena harus diantisipasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yang pertama antisipasi adanya pemekaran kecamatan dan pemekaran desa. Pemekaran kecamatan dan pemekaran desa tidak menutup kemungkinan akan terjadi penambahan daerah pemilihan (Dapil).

Yang kedua, persiapan kalau terjadi kembali pemungutan suara ulang (PSU), harapannya mudahan-mudahan itu tidak terjadi baik di provinsi maupun di kabupaten. Kalau dimungkinkan seandainya terjadi juga, maka anggaran itu bisa dinaikkan dari yang lalu.

“Mudah-mudahan anggaran ini akan bisa menutupi target sesuai jadwal yang kita tentukan, karena apa, di tahun 2022 mulai dari  bulan Maret dalam rangka pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) sudah dilakukan tahapan, sampai pada Pilkadanya di bulan Nopember. Sehingga anggaran yang berdasar Permen itu tadi berdasarkan dengan PP akan dilakukan secara bertahap dan kita In sya Allah optimis,” ujar Burhanuddin.

Disinggung mengenai daerah pemekaran yaitu ada pada wilayah kabupaten Tanah Bumbu, akan ada pemekaran dua (2) kecamatan dan beberapa desa, tetapi desa ini tidak akan berpengaruh. Yang berpengaruh adalah pemekaran kecamatan dan adanya wacana KPU untuk melakukan  penambahan Dapil.

“Yang ada ini kan Dapil empat (4), tidak menutup kemungkinan ada penambahan Dapil lima (5). Dapil 5 itu otomatis kursi bisa bertambah dan anggaran pasti bertambah,” terang Burhanuddin.

“Pembahasan Raperda ini tidak serumit seperti dengan Raperda-Raperda yang lain, karena kita hanya menggiring saja dengan memberikan beberapa masukan-masukan, setelah melakukan kunker di kabupaten-kabupaten, dipadukan dalam rangka tahapan persiapan tersebut,” jelas Buhanuddin.

“Seandainya juga kalau pun itu tidak terjadi PSU dan tidak terjadi penambahan Dapil, sehingga dinilai kebesaran anggaran, tetapi apa salahnya jika kita melakukan persiapan, nantinya juga kalau ada kelebihan anggaran tentunya dikembalikan lagi,” pungkas Burhanuddin. (Ais/Mzr).

 

Loading

Check Also

Asia Hanya Diwakili Jepang, Ini 25 Negara Penduduknya Paling Ramah di Dunia

Jakarta, Mediaprospek.com – Mengutip dari Travel + Leisure, Rabu (17/7/2024) yang berdasarkan sebuah studi terbaru, …