H. Lutfi Saifuddin : Pers Sangat Membantu Para Wakil Rakyat dalam Memperjuangkan Aspirasi Masyarakat

Perjuangkan rakyat : Anggota DPRD Kalsel yang juga selaku Ketua Komisi IV, H. Lutfi Saifuddin usai reses di Cape Esi dengan para wartawan rumah banjar, menjelaskan seputar serapan aspirasi masyarakat selama masa reses dan hasil-hasil yang telah dicapai selama ini, Sabtu malam (23/10/21) di Cape Esi Jalan sultan Adam, Banjarmasin. (Foto/Mzr) 

Banjarmasin, mediaprospek.com–Dalam rangkaian kegiatan reses anggota DPRD Kalsel H. Lutfi Saifuddin di daerah pemilihan/Dapil Banjarmasin, pada hari Sabtu malam (23/10/21) di Cape Esi Jalan sultan Adam dengan mengundang para Insan Pers, di mana menurutnya, pers selama ini sangat membantu para wakil rakyat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di DPRD Kalsel dalam memberitakan atau memberikan informasi kepada masyarakat.

H. Lutfi Saifuddin juga menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan, perjuangan dari teman-teman pers di rumah Banjar/DPRD Kalsel, karena bagaimanapun media pers ini adalah merupakan pilar keempat di demokrasi. Tanpa media mungkin suara wakil rakyat mungkin tidak terdengar dan mungkin tidak juga bisa memberikan dorongan kepada perjuangan-perjuangan wakil rakyat di rumah Banjar untuk menjalankan amanahnya yang sudah dititipkan masyarakat kepadanya.

“Saya sangat berterimakasih kepada rekan-rekan pers yang selama ini membantu para anggota dewan, khususnya saya sendiri yang Alhamdulillah selalu ada membantu saya dalam menyuarakan aspirasi masyarakat,” kata H. Lutfi Saifuddin politikus dari partai Gerindra ini.

Adapun aspirasi masyarakat yang telah perjuangkan DPRD Kalsel khususnya oleh Komisi IV, pertama, telah mampu meningkatkan gaji atau intensif guru honorer dari awalnya Rp500 ribu sekarang ini minimal Rp2,4 juta dan itu bisa mencapai Rp2,8 juta apabila terpenuhi jam mengajar. Yang kedua, sudah dibuatnya beberapa Peraturan Daerah (Perda), terutama Perda fasilitasi pendidikan karakter yang di dalamnya merupakan pemberdayaan madrasah dan pondok pesantren.

Dengan harapan tentu dengan adanya payung hukum ini diikut sertai dengan politic will/kemauan politik dari pemerintah daerah  untuk bisa memberikan BOSDA kepada madrasah, karena bagaimanapun siswa-siswi yang bersekolah di madrasah mempunyai hak yang sama dengan teman-temannya yang sekolah di SMA atau SMK formal, baik negeri maupun swasta. Dan ini tidak boleh ada ketidakadilan yang terjadi di dunia pendidikan.

Selanjutnya, H. Lutfi Saifuddin mengatakan, pihaknya dari Komisi IV sedang memperjuangkan fasilitasi pendidikan tinggi (Dikti). Di mana memang pendidikan tinggi atau perguruan tinggi kewenangannya adalah kewenangan pusat, namun tidak ada hal yang bisa menghalangi untuk bisa memberikan dukungan kepada generasi-generasi muda dalam mempersiapkan dirinya menghadapi tantangan masa depan.

“Kita ingin generasi muda di Kalsel bukan hanya mampu bersaing tetapi mampu juga memenangkan persaingan di masa-masa yang akan datang,” ujar H. Lutfi Saifuddin.

Covid-19 di Kalsel Melandai

Terkait PPKM yang sekarang sedang melandai, tentunya kita jangan terlalu euphoria/senang, justru ini harus menjadi sebuah kewaspadaan, kita tidak ingin gelombang yang lebih besar terjadi kembali. Apalagi ke depan kita menghadapi libur Natal dan libur  Tahun Baru, ujarnya.

“Ini yang kita himbau kepada masyarakat agar tetap membatasi kegiatannya dalam berlibur dan saling menjaga. Karena yang kita jaga ini bukan hanya diri kita, tetapi kita menjaga diri kita untuk orang lain. Himbauannya kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dalam menghadapi turunnya PPKM ini,” tandas H. Lutfi Saifuddin.

Banyak serapan reses selama delapan hari dari tanggal 17 sampai 24 Oktober 2021 yaitu aspirasi masyarakat yang  disampaikan kepada H. Lutfi Saifuddin di masa covid-19 ini. Dengan terjun langsung ke beberapa warga, tetapi ada juga langsung ke komunitas dan beberapa ke organisasi Kepemudaan, contohnya ke Ormas dengan organisasi OI, HMI, dan IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah).

Menurut H. Lutfi ketika memulai dalam sambutannya, Ia ingin bermanfaat bagi orang banyak dengan menjadi anggota DPRD Kalsel, kalau ingin kaya ya jadi pengusaha saja, katanya (Foto/Mzr)

“Saya ingin mendengar aspirasi adik-adik mahasiswa. Kalau selama ini mereka melaksanakan demo. Saya lebih banyak kemarin dalam kegiatan reses ini mengundang mereka untuk bisa saling bertukar pandangan, menyatukan pandangan dan juga sambil kita membahas hal-hal yang diperlukan di tengah masyarakat,” ungkap H. Lutfi Saifuddin yang akrab dengan para wartawan ini.

“Jadi  di kesempatan ini saya mengundang banyak sekali adik-adik mahasiswa untuk bisa berkumpul di tempat ini (Cape Esi) untuk berdiskusi,” tambah H. Lutfi Saifuddin.

Bidang Kesehatan

Penghargaan terhadap tenaga kesehatan masih sangat kurang dengan adanya pemotongan-pemotongan. Sebetulnya tanpa pemotongan pun nilainya tidak sebanding dengan resiko. Dengan adanya pemotongan ini sangat sungguh miris rasanya. Jauh kita ingin menambah, ya mungkin kalau ketentuan itu berdasarkan ada ketentuan pemerintah pusat, seharusnya pemerintah daerah bisa menutupinya. Agar yang jadi korban ini bukan tenaga kesehatan yang sudah mempertaruhkan nyawa bahkan, karena resiko kan nyawa, Ini tanpa penghargaan yang setimpal, ini yang masih perhatian kita,” imbuh H. Lutfi Saifuddin.

Mengenai perkembangan pertemuan tatap muka (PTM) yang mengharuskan antigen, “Saya sudah menyurati tim Satgas Gugus Tugas Covid 19 dan kami selaku DPRD atas nama Komisi IV menolak keras melaksanakan itu, karena kami melihat manfaatnya dikatakan hampir tidak ada,” kata H. Lutfi Saifuddin.

“Antigen yang  kita tahu ini umurnya hanya satu hari, harganya cukup mahal dan kebijakan ini tidak disertai bantuan anggarannya. Artinya dibebankan oleh Pemerintah kepada siswa dan lagi-lagi ini membebani masyarakat kita. Kalau saya sangat menginginkan bahwa pemerintah kita ini membuat kebijakan itu untuk tidak memberatkan masyarakat kita,” papar H. Lutfi Saifuddin.

“Sedangkan tanggapan dari pihak Satgas, untuk surat balasan saya belum menerima, karena saya masih reses. Nanti setelah kembali dari reses mungkin senin besok saya akan melihat dan mempertanyakan jawabannya seperti apa. Namun saat ini masih berlangsung karena kalau antigen hanya satu hari, itu berlaku hanya satu hari saja. Besok mereka melaksanakan PTM, apa harus anti gen lagi atau hari ketiga antigen lagi?? yang pertama saja tidak diberikan anggaran. Dan manfaat antigen ini bukan sesuatu yang bisa membuat indikasi bahwa siswa itu terpapar atau tidak, karena hanya antibody. Antigen ini kan reaksinya hanya antibody,” jelas H. Lutfi Saifuddin.

“Kalau anak-anak kita tersebut kondisinya sedang kecapekan atau bodynya panas, ada flu sedikit, kalau dites antigen ya pasti positif. Menurut saya itu manfaatnya sangat tidak ada, hanya membebani masyarakat,” pungkas H. Lutfi Saifuddin. (Ais/mzr)

 

 

 

Check Also

BI Dorong Pemerintah Optimalkan Penyerapan Anggaran

Dorong Pertumbuhan : Ekonom Ahli Kelompok Perumusan KEKDA Wilayah dan Provinsi Dadi Esa Cipta (Kanan) …