Alumni SMK-PP Harus Bisa Ciptakan Job Kreator

Kunjungi Stand : Direktur Kantor Perwakilan International Fund for Agricultural Development (IFAD) Indonesia, Ivan Cossio Cortez saat mengunjungi salah satu stan Agricultural Job Fair 2021 Kementerian RI, di SMK-Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, Kamis (21/10/2021). (Foto/Olfa/Mzr)

 Banjarbaru, mediaprospek.com – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI, Dedi Nursyamsi, mengatakan pertanian membutuhkan SDM yang andal dan unggul.Karena itulah Kementerian Pertanian terus mendorong dan menyemangati kalangan generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.

Kementerian Pertanian sendiri menurutnya sangat serius untuk melahirkan wirausaha milenial dari sektor pertanian.Program YESS adalah salah satu jawabannya dan sebuah strategi yang akan meningkatkan minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian.

Kementan selalu memfasilitasi generasi milenial untuk bisa terjun menjadi wirausaha pertanian. Untuk memfasilitasi kreativitas generasi milenial untuk berkarya dan berwirausaha di sektor pertanian, maka dilakukanlah program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) yang dibiayai oleh International Fund for Agricultural Development (IFAD). Program ini pun diselenggarakan selama 6 tahun program berjalan (2019-2025).

Sekedar diketahu Program YESS adalah salah satu sinergi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD). YESS dirancang untuk mengembangkan potensi generasi muda dan regenerasi petani di pedesaaan untuk menjadi wirausahawan muda dan tenaga kerja profesional di bidang pertanian.

“Kita buktikan pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan, serta dapat  menurunkan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi. Nah sekarang pertanian itu harus dikelola dengan benar dan memberikan kontribusi besar bagi negara dan kesejahteraan petani. Salah satunya melalui program YESS,” ucap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, saat membuka secara virtual Agricultural Job Fair 2021 Kementerian RI, di SMK-Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, Kamis (21/10/2021).

Dedi Nursyamsi menegaskan Petani milenial harus siap menjadi  wirausaha pertanian yang kreatif, inovatif, professional, berdaya saing dan sangat berpotensi kuat dalam menyerap lapangan pekerjaan sektor pertanian sebanyak mungkin. Selain itu penguatan SDM pertanian juga dilakukan melalui pendidikan berkelanjutan seperti bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri yang tersebar di seluruh daerah. SMK-PP Negeri sendiri menyiapkan generasi muda pertanian yang terampil dan kompeten di semua lini sektor pertanian.

“Karena itulah  para alumni harus bisa menciptakan Job Creator dan benar-benar siap di seluruh lini pembangunan pertanian.Alumni pun juga harus siap memasuki di seluruh dunia industri, karena sudah mendapat pembekalan khusus dan ketrampilan yang mumpuni yang diasah di SMK-PP,” tegasnya.

Direktur Kantor Perwakilan International Fund for Agricultural Development (IFAD) Indonesia, Ivan Cossio Cortez mengapresiasi langkah yang dilakukan  SMK-Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru dalam menyelenggarakan Agricultural Job Fair 2021. Kegiatan ini pun  dinilai selaras dengan program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services  (YESS) .

Menurut Ivan, Agricultural Job Fair 2021 memiliki tujuan mulia dalam percepatan proses penempatan tenaga kerja di bidang pertanian, termasuk menyatukan kepentingan dunia usaha dan industri.

“Saya mengapresiasi kegiatan yang sangat baik ini. Apalagi kemarin saya mendapat kesempatan berharga untuk melihat langsung lahan-lahan percobaan pertanian di SMK-PP, ada komitmen yang sangat kuat yang dimiliki Kepala Sekolah, bukan hanya dari Gurunya namun juga para siswanya.Dan saya juga sempat berbicara langsung dengan mereka,”ujar Ivan Cossio Cortez saat memberikan sambutan pada pembukaan Agricultural Job Fair 2021, di halaman  SMK-PP Banjarbaru, Kamis (21/10/2021).

Ivan sendiri menilai event yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia melalui SMK-Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru sangat selaras dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia di sektor pertanian dan harus didukung selalu. International Fund for Agricultural Development (IFAD) merasa bangga bisa bersinergi dengan Kementerian pertanian dalam mengembangkan potensi generasi muda melalui program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services  (YESS) .

Ivan Pertanian Cossio Cortez  juga menyebutkan persoalan yang menjadi masalah yang sama di seluruh dunia adalah semakin kurangnya petani muda yang mau turun di sektor pertanian. Tetapi sekarang, dengan kemudahan teknologi, dan daya kreativitas yang tinggi dari generasi milenial, peluang menjadi wirausaha sektor pertanian terbuka lebar.

“Memang kemampuan mengakses pasar, permodalan hingga kualitas SDM sering menjadi penghambat berkembangnya usaha mereka. Karenanya, IFAD memberikan stimulan dalam bentuk dana pengembangan bagi wirausahawan di Indonesia. Oleh karenanya Program YESS menfasiltasi peluang-peluang tersebut dan IFAD sangat bangga mendonorkan bantuannya melalui program YESS,” sebutnya.

Kepala Sekolah SMK PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso SST,Msi, menjelaskan Bursa Kerja Pertanian (Agricultural Job Fair) sendiri bertujuan menyediakan platform bagi para pengusaha yang ingin merekrut pemuda untuk berkarir di bidang pertanian.Tak hanya itu event ini juga untuk mendukung jasa pertanian untuk ikut dan mewawancarai para pencari kerja di tempat. Bursa Kerja ini dilakukan secara offline dan online, dimana peserta bisa mendapatkan informasi dan mendaftar melalui link: https://agrijobfairkalsel.com.

“Ini juga membangun hubungan yang sinergis dan saling menguntungkan antara SMK-PP Banjarbaru dengan kalangan dunia usaha dan dunia industri (DU-DI) khususnya dalam kebutuhan SDM lulusan yang sesuai kebutuhan,”jelas Budi Santoso, yang juga penanggung jawab program YESS di Kalimantan Selatan.

Kegiatan Agricultural Job Fair 2021 menghadiri secara 200 peserta offline dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Namun untuk menghindari kerumunan bursa ini juga dilakukan secara online.

“Kami berharap Job Fair ini bisa dimanfaatkan para pencari kerja khususnya alumni SMK-PP Negeri Banjarbaru. Karena khusus untuk lulusan sekolah ini telah dibekali pengetahuan dan khusus di bidang pertanian,”imbuhnya. (M.Zakir)

Check Also

BI Dorong Pemerintah Optimalkan Penyerapan Anggaran

Dorong Pertumbuhan : Ekonom Ahli Kelompok Perumusan KEKDA Wilayah dan Provinsi Dadi Esa Cipta (Kanan) …