Disbunnak Kalsel Dampingi Tala terkait Permohonan Integrasi Peternakan Sapi di Lahan Eks Tambang

Pendampingan : Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, usai rapat kerja dengan Komisi II DPRD Kalsel, menjelaskan kepada wartawan mengenai integrasi peternakan di lahan eks batubara Rabu (13/10/2021) di Banjarmasin. (Foto/Eef).

Banjarmasin, mediaprospek.com– Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan (Disbunnak Kalsel) mendampingi pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Tanah Laut terkait permohonan, dalam mendukung untuk adanya integrasi peternakan di lahan eks batubara. Merupakan salah satu program Pemprov Kalsel melalui Disbunak Kalsel yang kewenangannya ada di Dinas Kehutanan, di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Pada prinsipnya, lahan yang siap digarap untuk diintegrasikan dengan peternakan, Disbunnak Kalsel sangat mendukung, karena integrasi dengan pertambangan memang bukan hal yang baru. Di Kalsel sudah ada beberapa perusahaan pertambangan yang melakukan integrasi dengan peternakan termasuk Arutmin.

Nantinya jika setelah reklamasi selesai ada penyerahan yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dalam hal ini Pemkab Tala untuk mendukung percepatan swasembada sapi Pemprov Kalsel, untuk padang penggembalaan.

“Integrasi tambang ini tidak hanya dilakukan Arutmin, saya berharap semua perusahaan pertambangan, kalau bisa memungkinkan dilakukan integrasi dan integrasinya pun tidak  harus  di area pertambangan, bisa juga di masyarakat-masyarakat sekitar pertambangan, mereka bisa mengintegrasikan sapinya,” kata Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, kepada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi II DPRD Kalsel, Rabu (13/10/2021) di Banjarmasin.

“Penggembalaan sapi adalah di lahan yang sudah direklamasi yang sudah menjadi ketentuan dari KLHK. Jadi jika belum memenuhi syarat maka belum bisa dilaksanakan. Disbunnak Kalsel menunggu sambil berupaya supaya bisa dimanfaatkan sesuai dengan regulasinya. Kalau sudah dinyatakan layak maka sudah bisa dilepaskan sapinya,” jelas Suparmi.

Pada raker telah disarankan dari Ketua Komisi II Imam Suprastowo beserta jajarannya, agar tidak langsung dengan skala besar, namun harus dilakukan dengan uji coba secara bertahap. Daerah yang sedang dibahas ini adalah Kabupaten Tanah Laut, tapi kalau sudah yang melakukan Integrasi ada di Tabalong dan di Tanbu yang hasilnya cukup bagus dan berkembang. Ada juga yang diserahkan ke masyarakat untuk dipelihara sendiri oleh perusahaannya di areanya yang memang layak untuk penggembalaan sapi.

Program Sapi Pejantan Tangguh

Di Disbunnak Prov Kalsel memiliki UPT namanya UPT Balai Inseminasi Buatan Prov Kalsel. Merupakan tempatnya sapi-sapi pejantan yang ditampung semen cairnya diproses menjadi semen beku,  ini yang digunakan untuk mengawini sapi-sapi betina. “Tidak hanya di Kalsel, saya bilang tangguh tadi, karena semen bekunya bisa dikirim ke seluruh Indonesia di mana di daerah swasembada kita. Jadi sapi-sapi tangguh itu memang sapi-sapi yang sudah lolos seleksi menjadi penjantan untuk mengawini seluruh sapi betina,” pungkas Suparmi. (Ais/Mzakir)

Check Also

BI Dorong Pemerintah Optimalkan Penyerapan Anggaran

Dorong Pertumbuhan : Ekonom Ahli Kelompok Perumusan KEKDA Wilayah dan Provinsi Dadi Esa Cipta (Kanan) …