Pulihkan Perekonomian Banua, KPw BI Kalsel Gelar Festival Ekonomi Syariah KTI Tahun  2021

Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Amanlison Sembiring, ketika memberikan sambutannya pada Opening Ceremony “Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Banua – Semarak Road to FESyar Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2021 di Banjarmasin (Foto/Dok.BI Kalsel)

(Foto/Ist)

Banjarmasin, mediaprospek.com — Opening Ceremony “Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Banua – Semarak Road to FESyar Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2021 yang diselenggarakan oleh KPw BI Prov. Kalsel pada hari ini (23/07/2021) yang bertemakan “Bersinergi membangun ekonomi dan keuangan syariah untuk memperkuat momentum pemulihan ekonomi banua”. FESyar  merupakan implementasi program ekonomi syariah Bank Indonesia di Kawasan Timur Indonesia yang mendukung pilar Penguatan Riset, Asesmen, dan Edukasi. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Pj. Gubernur Kalsel, Dr. Safrizal ZA, M. Si di Banjarmasin.

Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Amanlison Sembiring dalam sambutannya, mengatakan, Bank Indonesia bersama Pemerintah dan otoritas terkait lainnya terus bersinergi dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui kebijakan pengembangan ekonomi syariah nasional yang semakin fokus, hal ini ditandai dengan penetapan peraturan presiden No. 28 tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

(Foto/Ist)

Sebagai anggota KNEKS, Bank Indonesia memiliki visi untuk mendukung terwujudnya Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah global melalui pengembangan 3 pilar utama, Pilar pertama adalah Pemberdayaan Ekonomi Syariah dengan strategi utama pengembangan ekosistem halal value chain.

Pilar kedua adalah Pendalaman Pasar Keuangan Syariah yang bertujuan untuk meningkatkan sumber pembiayaan syariah untuk perekonomian, baik melalui keuangan komersial maupun sosial syariah, ataupun integrasi keduanya.

Terakhir, pilar ketiga adalah Penguatan Riset, Asesmen, dan Edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

Amanlison Sembiring menandaskan, di tengah implementasi bauran kebijakan nasional akibat pandemi Covid 19, kinerja ekonomi syariah secara umum tumbuh lebih baik jika dibandingkan perekonomian nasional. Jika diwakili oleh sektor prioritas dalam pengembangan ekosistem halal value chains, yaitu sektor pertanian, makanan halal, fesyen muslim, dan pariwisata ramah muslim, kontraksi ekonomi syariah Indonesia pada 2020 mencapai -1,72% (yoy), tidak sedalam ekonomi nasional yang mencapai -2,07% (yoy).

Amanlison Sembiring mengungkapkan, prinsip dasar ekonomi syariah yang pada dasarnya mendorong optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang akan selalu berujung pada aktivitas ekonomi riil secara produktif dan seimbang. Ekonomi syariah mengedepankan kemitraan yang berkeadilan, mencegah spekulasi non-produktif yang dapat memicu ketidakstabilan, serta memandang kelestarian alam sebagai amanah yang harus dijaga.

“Karena itu, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional menjadi bagian penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah nasional dapat tercermin dari data Statistik Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan terkait Pembiayaan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah di Bulan April 2021 yang tumbuh sebesar 7,6% (Ytd) menjadi 1.539 Triliun Rupiah,” ujar Amanlison Sembiring.

“Perkembangan ekonomi syariah juga tercermin dari data pangsa sektor Halal Value Chain terhadap pertumbuhan ekonomi domestik sebesar 24,86% di tahun 2020, melanjutkan tren peningkatan selama 4 tahun terakhir”,  Kata Amanlinson Sembiring .

Sebagai informasi, Fesyar atau Festival Ekonomi Syariah adalah event syariah terbesar di Indonesia yang terdiri dari Sharia Economic Forum dan Sharia Fair,” terang Amanlison Sembiring .

Dalam menyemarakkan kegiatan “Road to Fesyar KTI 2021”, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menyelenggarakan sharia economic forumsecara virtual terkait Model Pemberdayaan Ekonomi Produktif melalui Optimalisasi Dana Ziswaf (Zakat, Infaq, Shodaqoh, dan Wakaf), diseminasi laporan ekonomi dan indeks literasi Syariah dan kegiatan edukasi ekonomi dan keuangan Syariah.

“Selain itu, kami juga mengadakan sharia fair melalui pameran UMKM dan Pondok Pesantren yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 – 24 Juli 2021 di Duta Mall, Banjarmasin. Melalui kegiatan “Road to Fesyar KTI 2021”, kami berharap dapat mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Selatan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru,” tambah Amanlison Sembiring.

(Foto/Ist)

Sebagai informasi, UMKM Kalimantan Selatan yang mengikuti sharia fair pada hari ini merupakan UMKM unggulan yang telah lulus kurasi Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA), antara lain:

  1. Duan Sasirangan
  2. Geliat Tenun Pagatan
  3. Refa Gallery
  4. Casheila Creative, dan
  5. Kukis Talipuk Wadaikoe

“Juga, 2 UMKM unggulan Kalimantan Selatan, yaitu Refa Gallery dan Kukis Talipuk Wadaikoe, telah lulus kurasi untuk mengikuti pameran di Singapura dalam kegiatan Program Akselerasi UMKM Berorientasi Ekspor (PAMOR BORNEO) di Singapura pada tanggal 28 Juli – 18 Agustus 2021,”pungkas  Amanlison Sembiring.

Pada rangkaian kegiatan dilaksanakan  Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bank Sampah Baiman dengan Himpunan Bisnis Ekonomi Pesantren (HEBITREN), Penyerahan simbolis bantuan Program Sosial Bank Indonesia kepada Pondok Pesantren Darul Hijrah, Launching kartu Digital Santri dari Pondok Pesantren Daruh Hijrah sebagai Ponpes pertama yang telah menerapkan kartu digital untuk santri.

Acara ini dihadiri selain Pj Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Safrizal Z.A, M.Si, juga hadir Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. HC. H. Supian HK, SH, MH, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua Pengadilan Tinggi Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Tambrin, Kepala Departemen Regional Bank Indonesia, yang dalam hal ini diwakili oleh Wuryanto, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, BpGustafa Yandi M.Si, Regional CEO Bank Syariah Indonesia Banjarmasin, Alhuda Djanis, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Selatan, Prof. Dr. H. Kamrani Buseri, MA, Ketua Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kalimantan Selatan, Irhamsyah Safari, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah,Bp.H. Mairijani, Mag.

Ketua Himpunan Pengusaha Mikro Kecil Indonesia Kalimantan Selatan, Yeni Mulyani, Pimpinan Ponpes Darul Hijrah, KH. Zarkasyi Hasbi, Lc, Pimpinan Bank Indonesia di Kantor Pusat dan Kantor Perwakilan Seluruh Indonesia, Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan Regional IX Kalimantan, Ketua Badan Wakaf Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Pimpinan Wilayah Perbankan Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua Ikatan Wanita Perbankan Provinsi Kalimantan Selatan, Para Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren dan Pelaku UMKM di Kalimantan Selatan,  serta para tamu undangan.

Kegiatan “Road to Fesyar KTI 2021” dilaksanakan secara online dan offline dengan jumlah peserta terbatas dan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19. (Mzakir/BI)

 

 5,305 total views,  3 views today

Check Also

Puslitbang Polri Sambangi Ditlantas Polda Kalsel, Lakukan Penelitian Optimalisasi Kamseltibcarlantas TA.2021

(Foto/dok.humaspoldakalsel) Banjarmasin, mediaprospek.com–Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri melaksanakan penelitian “Optimalisasi Tingkat Keselamatan, Ketertiban dan …