BI Kalsel Gaungkan Kembali Cinta Bangga dan Paham Rupiah, UPK Rp. 75 Ribu serta Sosialisasi QRIS

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Dwisaputra (kiri) bersama Kepala Divisi SP, PUR dan Layanan Administrasi, R. Bambang Setyo Pambudi, (kanan) saat memberikan keterangan persnya kepada wartawan, di hotel Rattan inn Banjarmasin, Rabu, (5/05/2021).

Banjarmasin, mediaprospek.com–Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Prov.Kalsel Amanlison Sembiring, melalui Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Dwisaputra bersama Kepala Divisi SP, PUR dan Layanan Administrasi, R. Bambang Setyo Pambudi, pada kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Kebijakan Bank Indonesia Tahun 2021, yang dilaksanakan pada Rabu sore (5/05/2021) bertempat di Calamus Ballroom, Rattan Inn Hotel Banjarmasin, mengatakan pada acara hari ini BI lebih kepada sosialisasi dan edukasi, ada tiga hal yang dapat disampaikan yaitu, Pertama, cinta, bangga dan faham kepada rupiah, Kedua, mengenai uang peringatan kemerdekaan (UPK) 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia dan Ketiga, Sosialisasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Rahmat Dwisaputra mengharapkan kepada masyarakat Kalsel agar dapat mencintai rupiah, yaitu bagaimana cara mengenal dan merawatnya agar uang tidak cepat rusak.

Rahmat Dwisaputra menjelaskan, pengertian bangga di sini adalah uang digunakan sebagai lambang kedaulatan negara, sehingga jangan sampai terjadi di masyarakat, ada satu pelayanan jasa yang memberikan mutasi dalam nilai tukar selain rupiah.

“Hari ini kita lebih menggaungkan kembali di dalam setiap pengulangan tema,” kata Rahmat Dwisaputra kepada wartawan usai membuka kegiatan sosialisasi.

Sedangkan uang Rp.75 ribu rupiah itu artinya adalah sebagai uang peringatan kemerdekaan, dan bisa disimpan sebagai koleksi, karena uang kemerdekaan ini tidak setiap tahun diterbitkan dan biasanya kelipatan 25 tahun. Tapi uang Rp.75 ribu itu bisa digunakan sebagai alat pembayaran yang sah, sekaligus sebagai uang peringatan kemerdekaan. “Jadi jangan ragulah uang itu sebagai alat pembayaran yang sah'”, tandas Rahmat Dwisaputra.

“Dalam kesempatan ini kita yakinkan dan sosialisasikan lagi, bahwa uang Rp.75 ribu adalah uang alat pembayaran yang sah dan kalau ada yang mau mengoleksinya kan bagus,” tambah Rahmat Dwisaputra.

“Pada tahun 2021 ini masyarakat yang ingin mendapatkan atau menukarkan uangnya dengan uang Rp.75 ribu itu kita tingkatkan lagi, yang dulunya hanya satu KTP, hanya dapat satu lembar, sekarang satu KTP bisa dapat 100 lembar dan kalau mau menukar, setiap hari selama sebulan juga bisa,” imbuh Rahmat Dwisaputra.

 

Rahmat Dwisaputra juga menjelaskan mengenai persiapan uang lebaran menyambut hari idul Fitri 1442 H, Bank BI Kalsel telah menyiapkan Rp. 2,1 Trilyun uang tunai dan ini tidak seperti pada masa sebelum Covid, seperti sebelumnya ada kas keliling secara ritel, tetapi tahun ini hanya dimasukkan ke perbankan-perbankan saja .

“Jadi bapa-bapa dan ibu-ibu ataupun masyarakat yang ingin menukarkan uang yang bagus silahkan saja ke masing-masing bank,” ujar Rahmat Dwisaputra.

“Penukaran uang pada tahun 2021 ada kenaikan dibanding dari tahun lalu, yaitu sekitar 29 persen, di mana tahun lalu BI Kalsel hanya menyediakan  Rp. 1,6 Trilyun dan tahun ini mencapai Rp. 2,1 Trilyun,” ungkap Rahmat Dwisaputra.

“Dan kami juga menghimbau kepada masyarakat dalam menukarkan uangnya, jangan menukarkan uangnya kepada orang penyedia jasa penukaran uang yang ada di pinggir jalan itu (Inang-inang dalam istilah jawa),” pungkasnya.

 

Nara sumber pada gelaran kegiatan sosialisasi dan edukasi kebijakan Bank Indonesia tahun 2021 dengan Topik “Cinta, Bangga dan Paham Rupiah, Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)”, Ribka Hanum H. selaku Analis Fungsi Kebijakan Implementasi Sistem Pembayaran dan Nampati Y Ginting selaku Pengelolaan Uang Rupiah pada BI Kalsel.

 

QRIS

Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS (dibaca KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjag​a keamanannya. Semua Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS

 

Saat ini, dengan QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari Penyelenggara manapun baik bank dan nonbank yang digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat.

 

Merchant hanya perlu membuka rekening atau akun pada salah satu penyelenggara QRIS yang sudah berizin dari BI​. Selanjutnya, merchant sudah dapat menerima pembayaran dari masyarakat menggunakan QR dari aplikasi manapun penyelenggaranya. Jadi, ayo pakai QRIS!​​​​

 

Ketentuan QRIS

QRIS mengakomodir 2 model penggunaan QR Code Pembayaran yaitu Merchant Presented Mode (MPM) dan Customer Presented Mode (CPM). Namun demikian, implementasinya mengacu pada standar QRIS yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai standar nasional.

 

Para Pihak dalam Pemrosesan Transaksi QRIS

Para pihak dalam pemrosesan transaksi QRIS terdiri atas Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), Lembaga Switching, Merchant Aggregator; dan pengelola National Merchant Repository. Yang dapat melakukan pemrosesan transaksi QRIS adalah Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang termasuk dalam kelompok Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran front end seperti Penerbit dan/atau Acquirer.

 

PJSP dan Lembaga Switching yang melaksanakan kegiatan pemrosesan Transaksi QRIS wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia.

 

Sumber Dana Transaksi QRIS

Transaksi QRIS menggunakan sumber dana berupa simpanan dan/atau instrumen pembayaran berupa kartu debet, kartu kredit, dan/atau uang elektronik yang menggunakan media penyimpanan server based. Penggunaan sumber dana dan/atau instrumen pembayaran diterapkan berdasarkan usulan dari Lembaga Standar yang disetujui Bank Indonesia.

 

Nominal Transaksi QRIS

Nominal Transaksi QRIS dibatasi paling banyak sebesar Rp2.000.000,00 (Dua Juta Rupiah) per transaksi. Penerbit dapat menetapkan batas nominal kumulatif harian dan/atau bulanan atas Transaksi QRIS yang dilakukan oleh setiap Pengguna QRIS, yang ditetapkan berdasarkan manajemen risiko Penerbit.

 

Ketentuan QRIS

Peraturan Anggota Dewan Gubernur No.21/18/PADG/2019​ ​

 

 

QRIS Unggul

QRIS memiliki karakteristik UNGGUL yang merupakan kepanjangan dari:

 

UNiversal

QRIS dapat menerima pembayaran aplikasi pembayaran apapun yang menggunakan QR Code, jadi masyarakat tidak perlu memiliki berbagai macam aplikasi pembayaran.

 

GampanG

Masyarakat: Mudah, tinggal scan dan klik, bayar.

Merchant: Mudah, tidak perlu memajang banyak QR Code, cukup satu QRIS yang dapat dipindai menggunakan aplikasi pembayaran QR apapun.

 

Untung

Pengguna: Dapat menggunakan akun pembayaran QR apapun untuk membayar.

Merchant: Cukup punya minimal 1 akun untuk menerima semua pembayaran QR Code.

 

Langsung

Pembayaran dengan QRIS langsung diproses seketika. Pengguna dan merchant langsung mendapat notifikasi transaksi.​​​

Manfaat QRIS

Standarisasi QR Code dengan QRIS memberikan banyak manfaat, antara lain:

 

Bagi pengguna aplikasi pembayaran: just scan and pay!

Cepat dan kekinian.

Tidak perlu repot lagi membawa uang tunai.

Tidak perlu pusing memikirkan QR siapa yang terpasang.

Terlindungi karena semua PJSP penyelenggara QRIS sudah pasti memiliki izin dan diawasi oleh Bank Indonesia.

 

Bagi Merchant:

Penjualan berpotensi meningkat karena dapat menerima p​embayaran berbasis QR apapun.

Meningkatkan branding.

Kekinian.

Lebih praktis karena cukup menggunakan satu QRIS.

Mengurangi biaya pengelolaan kas.

Terhindar dari uang palsu.

Tidak perlu menyediakan uang kembalian.

Transaksi tercatat otomatis dan bisa dilihat setiap saat.

Terpisahnya uang untuk usaha dan personal.

Memudahkan rekonsiliasi dan berpotensi mencegah tindak kecurangan dari pembukuan transaksi tunai.

Membangun informasi credit profile untuk memudahkan memperoleh kredit kedepan.​

 

Jenis Pembayaran menggunakan QRIS

1 .Merchant Presented Mode (MPM) Statis

 

Paling mudah, merchant cukup memajang satu sticker atau print-out QRIS dan gratis. Pengguna hanya melakuk​an scan, masukkan nominal, masukkan PIN dan klik bayar. Notifikasi transaksi langsung diterima pengguna ataupun merchant. QRIS MPM Statis sangat cocok bagi usaha mikro dan kecil.​

 

  1. Merchant Presented Mode (MPM) Dinamis

 

QR dikeluarkan melalui suatu device seperti mesin EDC atau smartphone dan gratis. Merchant harus me-masukkan nominal pembayaran terlebih dahulu, kemudian pelanggan melakukan scan QRIS yang tampil atau tercetak.

 

QRIS MPM Dinamis sangat cocok untuk merchant skala usaha menengah dan besar atau dengan volume transaksi tinggi.

 

  1. Customer Presented Mode (CPM) (sedang dalam tahap ujicoba)

 

Pelanggan cukup menunjukkan QRIS yang ditampilkan dari aplikasi pembayaran pelanggan untuk discan oleh merchant. QRIS CPM lebih ditujukan untuk merchant yang membutuhkan kecepatan transaksi tinggi seperti penyedia transportasi, parkir dan ritel modern.  (Mzr)

 1,700 total views,  1 views today

Check Also

STIEPAN Buka Kesempatan Penghulu Kuliah Lagi

(Foto/Ist) Paringin,  mediaprospek.com – Kesempatan belajar selalu terbuka bagi siapa saja, tidak memandang usia. Sepanjang …