Punya Tujuan yang Sama dengan Polda Kalsel, JMSI Perangi Hoax

Silaturahmi Polda Kalsel dengan JMSI Kalsel, nampak Kasubdit V (Kamsus/Keamanan Khusus) Dit Intelkam Polda Kalsel, AKBP Indera Gunawan, SE, (nomor dua dari kiri), Panit III Subdit Kamsus Dit Intelkam Bidang Siber Polda Kalsel, IPDA Muhammad Dicky Khairil, S.H., M.H, (nomor satu dari kiri), dari JMSI Kalsel hadir, Penasehat, Drs. Fathurrahman (nomor dua dari kanan) dan Ketua JMSI Kalsel Milhan Rusli (Nomor satu dari kanan). (Foto/Mzr)

 Banjarmasin, mediaprospek.com—Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalsel terus melakukan silaturahmi dan komunikasi termasuk kepada Polda Kalsel. Dan ini sebagai awal komunikasi yang baik dan akan terus dilanjutkan.

Acara silaturahmi Polda Kalsel dengan JMSI Kalsel dihadiri langsung Kasubdit V (Kamsus/Keamanan Khusus) Dit Intelkam Polda Kalsel, AKBP Indera Gunawan, SE, Panit III Subdit Kamsus Dit Intelkam Bidang Siber Polda Kalsel, IPDA Muhammad Dicky Khairil, S.H., M.H, dari JMSI Kalsel hadir, Penasehat, Fathurrahman, Sabirin HA Sukran Nafis, Ketua, Milhan Rusli, serta segenap pengurus dan anggota lainnya .

Ketua JMSI Kalsel, Milhan, mengatakan, Ia selalu mendorong agar media-media yang ada di Kalsel, khususnya bagi anggota-anggota JMSI Kalsel dapat terverifikasi.

Selain itu  karena media siber  itu menyajikan fakta, maka ini sangat berkaitan dengan kerja Intelkam Polda Kalsel dan JMSI mempunyai tujuan yang sama, yakni untuk menyajikan fakta yang sebenarnya dan tugasnya adalah memerangi hoax.

“Jadi kita bersama Polda Kalsel sama-sama memerangi hoax dan hari ini yang kita lakukan adalah sebagai langkah awal,” ujar Milhan di hadapan para anggota JMSI yang hadir di Cafe Feach Me jalan S Parman, Jumat, (30/04/2021) sore.

“Media yang tidak jelas sangat berbeda sekali dengan media JMSI, karena media yang ada di JMSI ini mengikuti aturan-aturan yang telah ditentukan Dewan Pers,” kata Milhan

Drs. Fathurahman selaku penasehat JMSI Kalsel, mengatakan, Ia selalu mendorong media siber ini agar terus tumbuh berkembang menjadi media yang profesinal. Karena haluannya adalah UU Pers no 40 tahun 1999, maka produk jurnalistiknya adalah melaksanakan atau menjalankan UU dan aturan-aturan yang telah ditentukan Dewan Pers.

“Dimana ada keputusan Dewan Pers, mengenai aturan tentang media yang harus diverifikasi dan dikelola secara profesional, serta harus berbadan hukum (PT). Jadi pertanggungjawabannya dan keberadaannya, sangat jelas kepada publik, karena media tersebut sudah terverifikasi, baik secara administrasi dan secara faktual,” katanya

“Jika ada orang mengaku sebagai orang media, maka kita dapat mencek di data media yang sudah diverifikasi tersebut. Karena, menurutnya, sudah ada kesepakatan di seluruh Indonesia, bahwa wartawan itu harus ada kompetensinya. Bisa saja orang yang mengaku wartawan selama 20 tahun, tetapi ia belum mempunyai komptensi, “ ujar Fathurahman mantan ketua PWI ini.

Di dalam media siber yang sudah terverifikasi di situ, ada Pemimpin dan penanggungjawab redaksi, susunan redaksi, kode etik jurnalistik, pedoman media siber dan lain sebagainya.

Selain itu Fathurahman menyatakan, Pers itu tidak akan mati, karena ia bekerja secara profesional. Sebaliknya media yang abal-abal itu akan mati dengan sendirinya.

“Oleh sebab itu, kita punya masa depan, karena orang memerlukan pengakuan publik. Publik akan melihat berita yang telah dishare oleh media siber, sebagai bentuk produk jurnalistik yang profesional,” kata Fathurahman .

Kasubdit V (Kamsus/Keamanan Khusus) Dit Intelkam Polda Kalsel  AKBP Indera Gunawan, SE, mengatakan, Ia dalam acara silaturahmi ini merasa sangat bersyukur dapat bersilaturahmi dengan Pimpinan dan para anggota JMSI se-Kalsel dan ini ke depannya akan terus dilakukan pihaknya.

Saat ini, menurut AKBP Indera Gunawan, mengenai banyaknya berita hoax yang  beredar, maka oleh karena itu, kita perlu sharing dan agar dapat saling membantu dalam menyaring berita hoax tersebut.

“Pada berita hoax ini, kasus yang sering terjadi biasanya mereka memakai akun yang palsu. Kalau berita itu yang beredar tidak benar, maka akan langsung diamankan. Karena berita hoax ini akan menjadi konsumsi oleh masyarakat yang tidak mengerti hukum dan fakta yang terjadi, sehingga dapat menimbulkan keresahan-keresahan,” ujar Indera Gunawan.

“Namun Polda Kalsel tentunya lebih mengutamakan preventif atau langkah pencegahan dan kita perlu komunikasi, kolaborasi kepada pihak manapun,untuk menjalankan tugas pengawasan di media sosial dan di media online ini,” tambah Indera Gunawan . (Mzr)

 2,322 total views,  1 views today

Check Also

STIEPAN Buka Kesempatan Penghulu Kuliah Lagi

(Foto/Ist) Paringin,  mediaprospek.com – Kesempatan belajar selalu terbuka bagi siapa saja, tidak memandang usia. Sepanjang …