Dampak Covid-19, Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Tahun 2020  Minus 1, 81 Persen 

Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan Dr. Safrizal, ZA, saat menyampaikan laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Selatan akhir tahun anggaran 2020 pada rapat paripurna Istimewa di gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Senin, (29/03/2021). (Foto/HumasDPRDKalsel)

Banjarmasin, Prospek.com—Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan Dr. Safrizal, ZA, mengatakan, kinerja perekonomian Kalimantan Selatan selama tahun 2020, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019. Pertumbuhan ekonomi daerah  tahun  2020  minus  1,81  persen,  menurun dibandingkan tahun 2019 yang tumbuh sebesar 4,08 persen

Hal itu disampaikannya saat membacakan LKPJ Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Selatan akhir tahun anggaran 2020 pada rapat paripurna di gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Senin, (29/03/2021).

Di hadapan segenap anggota Dewan yang hadir dan Jajaran Forkompimda Kalsel, Safrizal, mengatakan, untuk penanganan corona virus disease 2019 (covid-19) kurang lebih mencapai Rp. 1,9 triliun rupiah,  per  30  juni  2020  melalui  gugus  tugas percepatan penanganan corona virus disease (covid-19).

Safrizal menandaskan, pada pendapatan daerah Provinsi Kalimantan Selatan tahun anggaran 2020 ditetapkan sebesar    Rp    6.720.227.882.233,00    (enam    triliun, tujuh  ratus  dua  puluh  miliar,  dua  ratus  dua puluh tujuh juta, delapan ratus delapan puluh dua ribu, dua ratus tiga puluh tiga rupiah). dari target    yang    telah    ditetapkan,    pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp 6.309.397.494.780,48 (enam  triliun,  tiga  ratus  sembilan  miliar,  tiga ratus  sembilan  puluh  tujuh  juta,  empat  ratus sembilan puluh empat ribu tujuh ratus delapan puluh rupiah koma empat delapan sen) atau tercapai 93,89 persen.

“Target pendapatan asli daerah Rp 3.124.107.684.907,00   (tiga   triliun,   seratus   dua puluh  empat  miliar,  seratus  tujuh  juta,  enam ratus delapan puluh empat ribu, sembilan ratus tujuh  rupiah).  dari  target  ini,  pendapatan  asli daerah tercapai sebesar Rp 2.860.405.509.057,48 (dua  triliun,  delapan  ratus  enam  puluh  miliar, empat ratus lima juta, lima ratus sembilan ribu lima  puluh  tujuh  rupiah,  koma  empat  delapan sen) atau tercapai 91,56 persen,” ujar Safrizal.

Selanjutnya, Pendapatan transfer tahun 2020, dianggarkan sebesar Rp 3.497.425.993.626,00 (tiga triliun, empat ratus sembilan puluh tujuh miliar, empat ratus dua puluh lima juta, sembilan ratus sembilan puluh tiga ribu, enam ratus dua puluh enam       rupiah),       terealisasi       sebesar       Rp 3.364.244.376.972,00 (tiga triliun, tiga ratus enam puluh   empat   miliar,   dua   ratus   empat   puluh empat juta, tiga ratus tujuh enam ribu sembilan ratus tujuh puluh dua rupiah) atau terealisasi sebesar 96,19 persen.

Target  lain  lain  pendapatan daerah    yang    sah,    ditetapkan    sebesar    Rp 98.694.203.700,00  (sembilan  puluh  delapan  miliar, enam  ratus  sembilan  puluh  empat  juta,  dua ratus tiga ribu tujuh ratus rupiah), terealisasi sebesar Rp 84.747.608.751,00 (delapan puluh empat miliar,  tujuh  ratus  empat  puluh  tujuh  juta, enam ratus delapan ribu tujuh ratus lima puluh satu rupiah) atau 85,87 persen.

Hasil pelaksanaan APBD  Provinsi Kalimantan Selatan tahun anggaran 2020, terhadap realisasi keuangan dan fisik program dan kegiatan dapat disampaikan sebagai berikut :

Menindaklanjuti situasi pandemi covid 19, terjadi   penyesuaian   yang   signifikan,   dimana Pemerintah Daerah diminta untuk melakukan realokasi anggaran kegiatan dalam rangka penanganan covid-19.

Sebagai      akibatnya,      alokasi      belanja langsung dari Rp 3.601.690.312.702,00 (tiga triliun, enam  ratus  satu  miliar,  enam  ratus  sembilan puluh  juta,  tiga  ratus  dua  belas  ribu,  tujuh ratus dua rupiah). berubah menjadi Rp 2.877.496.652.398,00  (dua  triliun,   delapan  ratus tujuh puluh tujuh miliar, empat ratus sembilan puluh enam juta, enam ratus lima puluh dua ribu tiga ratus sembilan puluh delapan rupiah).

“Selain   penyesuaian   anggaran,   khususnya terhadap belanja daerah, pandemi covid-19 juga memberikan dampak pada kinerja perekonomian dan pembangunan daerah,” kata Safrizal.

Di sektor ketenagakerjaan juga terpengaruh cukup besar akibat pandemi covid- 19, dimana tingkat pengangguran terbuka di periode   agustus   2020   tercatat   4,74   persen, meningkat dari periode agustus 2019 yang tercatat 4,18 persen.

Pandemi covid-19 juga memberikan beragam dampak  pada  sektor  industri,  pertanian,  serta sektor usaha mikro, kecil dan menengah (umkm). berdasarkan hasil pendataan dari dinas koperasi  dan  ukm  provinsi  kalimantan  selatan, dari     2.856     penggiat     umkm,     sebanyak     847 diantaranya menyatakan bahwa mereka memiliki kredit,     dan     644     diantaranya     mengalami penunggakan kredit.

“Sebanyak 98,2% penggiat UMKM menyatakan bahwa terjadi pengurangan jumlah pelanggan pada  usaha  mereka,  dan  87,0%  penggiat  umkm menyatakan penurunan angka pendapatan usaha,” ucap Safrizal.

Meski beberapa sektor pembangunan benar- benar  merasakan  dampak  pandemi,  Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terus berupaya mengejar target-target pembangunan yang telah ditetapkan.

Hal ini dapat dilihat dari capaian kinerja layanan pendidikan dan kesehatan. Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) terus meningkat setiap tahun. tahun 2020, uhh tercatat 68,66 tahun, meningkat dari tahun 2019 yang tercatat 68,49 tahun.

Begitu pula angka rata-rata lama sekolah yang meningkat dari 8,20 tahun di tahun 2019, menjadi 8,29 tahun di tahun 2020. capaian ini secara langsung menimbulkan pengaruh positif terhadap peningkatan indeks pembangunan manusia kalimantan selatan tahun 2020 yang tercatat 70,91 atau meningkat 0,27 persen.

“Melalui   mekanisme   penyampaian   LKPJ   ini, kami mengharapkan masukan yang konstruktif, dari DPRD untuk menyelesaikan persoalan- persoalan pembangunan, khususnya langkah ke depan untuk menangani berbagai dampak covid-19,” tambahnya.

Pemerintah       Provinsi           Kalimantan                  Selatan akan terus melakukan perbaikan penyelenggaraan Pemerintahan   dan pembangunan  di  Kalimantan  Selatan,  sehingga dapat memberikan manfaat     yang sebesar- besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.

“Tantangan ke depan akan jauh lebih berat dan kompleks. selain penanganan pandemi covid 19 yang masih terus berjalan, agenda pemulihan perekonomian,     pembangunan     infrastruktur, penanganan  bencana,  serta  rehabilitasi  lahan kritis juga menjadi fokus kerja kita,” ujar Safrizal.

“Di  tengah  dinamika  dan  perubahan  ini,  kita harus terus mengupayakan kreativitas dan inovasi, dengan memanfaatkan segenap potensi serta sumber daya yang ada. kita harus terus optimis bahwa ke depan, kita bisa berbuat lebih baik, lebih produktif, dan kreatif,” pungkas Safrizal. (Mzr)

 

Loading

Check Also

Donald Trump Terluka, Biden Mengutuk, Berikut Fakta-fakta Insiden Penembakan Itu

Jakarta, Mediaprospek.com – Sejumlah fakta pun terkonfirmasi terkait kandidat Presiden AS Donald Trump yang menjadi …